Sayangi Bumi Lewat Ekonomi Sirkular
Merawat Bumi dengan ekonomi sirkular. (Foto: Unsplash/Noah Buscher)
SELALU ada cara untuk kita bisa melestarikan lingkungan dan bumi. Pemerhati lingkungan Dr Alexander Sonny Keraf mengatakan ekonomi sirkular menjadi salah satu kunci melestarikan bumi.
Ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang berfokus pada pengurangan sampah (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle) yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah. Menurut Sonny, saat ini dunia usaha menyadari pentingnya tanggung jawab yang berkelanjutan bagi keberlangsungan komunitas dan lingkungan.
"Sementara konsumen secara global juga mulai sadar dan khawatir dengan krisis bumi dan krisis iklim, yang membuat mereka semakin menuntut produk dan model bisnis yang ramah lingkungan," ungkapnya, dilansir ANTARA, Senin (30/5).
Baca juga:
Menurutnya, meski model ekonomi sirkular belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia, ia yakin mau tidak mau Indonesia akan mengimplementasikan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Sonny memberikan contoh praktik ekonomi sirkular yakni penerapan extended producer responsibility, atau tanggung jawab produsen yang lebih luas, khususnya menyangkut sampah atau limbah.
"Selama ini telah terjadi salah kaprah karena menganggap sampah merupakan tanggung jawab konsumen. Sehingga masyarakat konsumen yang didesak untuk memilah, mengumpulkan, dan membuang sampah di tempatnya," kata Sonny.
"Kita lupa bahwa sampah itu sumbernya dari produsen juga. Khususnya sampah industri atau sampah kebutuhan konsumsi. Seperti botol dan kotak minuman kemasan," lanjutnya.
Baca juga:
Maka dalam ekonomi sirkular, ada kewajiban produsen untuk mengelola sampahnya sejak awal, yaitu saat merancang barang yang akan diproduksi. Menurutnya, langkah tersebut juga butuh kolaborasi dengan berbagai stakeholder dan masyarakat, khususnya konsumen agar memiliki kesadaran untuk ikut berpartisipasi dengan cara memilah sampah sesuai pengelompokannya.
Sonny mengatakan salah satu perusahaan Tanah Air yang melakukan inisiatif untuk lingkungan yakni Danone Indonesia. Ia menilai perusahaan ini memiliki nilai kepedulian mengumpulkan kemasan plastik pascakonsumsi untuk kemudian diolah kembali dijadikan bahan baku kemasan mereka.
"Kemasan produk berbahan plastik itu bisa diproduksi ulang untuk kebutuhan yang lain, atau dikirim ke produsen pemilik merek untuk dipakai kembali sebagai bahan baku. Sehingga mengurangi pengerukan sumber daya alam," tutupnya. (and)
Baca juga: