Sandi Minta Acara DWP Berhenti saat Azan Subuh
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Acara Festival Rave musik Djakarta Warehouse Project (DWP) akan mulai digelar pada Jumat (15/12) esok di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan kepada pihak panitia untuk menghentikan sementara jalannya acara musik tahunan tersebut, saat azan subuh berkumandang.
"Kami ingin pada saat azan dan salat subuh, pukul 4.08 WIB, panitia dan seluruh peserta acara menghentikan waktu untuk memberikan penghormatan serta tidak mengganggu peribadahan," kata Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).
Politisi Partai Gerindra itu mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melakukan pengawasan dalam dugaan maraknya minuman keras atau narkoba dalam acara tersebut.
"Semua yang menjadi masukan berkaitan dengan miras itu harus sesuai dengan ketentuan. Jadi, kami akan pastikan penerapan dari pada ketentuan-ketentuan dan peraturan itu betul-betul tereksekusi di lapangan," katanya.
Tak hanya itu, kata Sandiaga, Pemprov DKI bakal bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam memperketat pengawasan dalam acara musik internasional tersebut.
"Jadi, kami minta nanti semua aparat bekerja sama dan akan diawasi secara ketat nanti dalam penyelenggaraannya," tandasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Temui Jokowi di Solo, Sandiaga Ngaku Konsultasi agar PPP Masuk Parlemen
Ridwan Kamil Bertemu Sandiaga Uno di Masa Tenang Pilkada Jakarta
Akhiri Tugas sebagai Menteri, Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Sekjen UNWTO
Jumlah Penonton MotoGP Indonesia di Mandalika Ditarget Tembus 120 Ribu
Reza Arap Ikhlas bila Kemenparekraf enggak Jadi Reimburse
Ancaman Megathrust, Sandiaga Uno Serukan Kewaspadaan Wisata Pesisir
Ancaman Gempa Megathrust, Sandiaga Uno: Tetap Berwisata dengan Kewaspadaan
Sandiga Uno Segera Tentukan Sikap di Pilkada Jabar
Paket Wisata 3B Kemenparekraf Incar Kunjungan 24 Ribu Wisatawan
Sandiaga: Indonesia Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 170 Miliar karena Pengobatan di Luar Negeri