Samsung Hadirkan Wadah untuk Calon Pro Player Esports
Samsung siap dukung industri esports Indonesia. (Foto: Galaxy Gaming Academy)
"ADA 40 juta orang yang tertarik dengan esports dan 70 persennya adalah Gen Z. Ditambah survey yang Samsung lakukan ke Gen Z, terdapat satu data menarik bahwa 90 persen responden mengaku mereka ingin jadi pro players, tapi bingung mulai dari mana," jelas Head of Marketing MX Samsung Electronics Indonesia Andi Airin, Kamis (25/5).
Data di atas didukung dengan fakta bahwa potensi esports di Indonesia sangatlah besar. Melihat dari hasil kemenangan timnas di SEA Games 2023 kemarin, Samsung akan buka wadah bagi kamu yang punya cita-cita sebagai pro player.
Ini bukanlah pertama kalinya Samsung terlibat dengan industri gaming. Sedari 2020, jenama asal Korea Selatan ini telah konsisten dalam berkontribusi dan mendukung perkembangan esports, terutama di Indonesia.
Baca juga:
Kali ini, Samsung secara resmi meluncurkan program Samsung Galaxy Gaming Academy guna menciptakan insan-insan muda berbakat di dalam dunia gaming Indonesia. Tak tanggung-tanggung, peluncuran program ini didukung dengan pelucuran device khusus gaming barunya, seri A34 dan A54 5G.
“Bareng dengan peluncuran device kami yang A series, we start with a good product untuk dukung industri gaming. Seri ini dilengkapi fitur mendukung kenyamanan dan mengasah keterampilan juga,” sambung Airin pada acara peluncuran di kafe Dia.Lo.Gue, Jakarta Selatan.
Samsung juga bekerja sama dengan beberapa pihak, guna mewujudkan tujuannya yaitu membentuk tim esports MLBB 'Galaxy' yang akan maju ke laga Piala Presiden Esports. Di antaranya KINCIR, Moonton, dan coach-coach berpengalaman.
Nantinya calon pro player akan melalui serangkaian seleksi secara online, hingga terbentuk sisa satu tim yang akan berkumpul di gaming house yang sudah disediakan secara offline dan dilatih secara intens oleh para coach.
“Mekanismenya pendaftaran dari 23 Mei dan tutup di 12 Juni. Setelah itu, kita menyaring 32 tim terbagi 4 batch. Kemudian setelah itu disaring lagi sesuai kualifikasi kita sisihkan 8 tim terbaik. Kita kasih coaching hingga sisa 1 tim juara saja yang akan dibikinkan training khusus biar intensif. Nanti kita kirim ke Piala President Esports,” jelas Direktur KINCIR Rangga Danu Prasetyo pada kesempatan yang sama.
Baca juga:
Adapun kualifikasi awal adalah calon pro player harus berusia minimal 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pihak Samsung Galaxy Gaming Academy mengaku akan mengutamakan mereka yang memiliki kelengkapan data.
Sementara itu, Ryan 'KB' Batistuta selaku coach utama mengaku lebih memilih mereka yang masih awam dan belum terjun ke komunitas gaming. Menurutnya, saat orang masih awam dan tertarik akan suatu hal, mereka cenderung menggebu-gebu dan semangat belajarnya sangat besar.
Selain itu, mereka yang masih awam lebih gampang disatukan visi dan misinya ketimbang yang sudah paham karena cenderung sudah memiliki tujuan serta egonya masing-masing.
“Aku ada kelas gaming ke komunitas, jujur lebih enak ajarin yang gak tahu apa-apa daripada yang sudah tahu, tapi malah beda visi misi. Di sini kita gak olah kamu jadi jago aja, tapi caranya team work biar gak egois dan caranya berkomunikasi in-game serta di luar game,” tukas KB. (kmp)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Apple Mulai Bingung, Terpaksa Minta Samsung Jadi Pemasok Memori iPhone 18
Bikin Penggemar Kecewa, Samsung Galaxy S26 Edge Batal Meluncur
Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 7 2026, Desainnya Mirip iPhone Fold
Analisis Replay Sampai Akar, Timnas Free Fire Indonesia Ogah Kasih Nafas Lawan di Grand Final SEA Games Thailand 2025
One UI 8.5 Beta Hadir: Fitur Baru Galaxy S25 yang Wajib Dicoba
Samsung Galaxy Z TriFold Sudah Mengaspal di China, Harganya Mulai dari Rp 47,1 Juta
Render Samsung Galaxy S26 Series Bocor, Desain Barunya Jadi Sorotan!
Sempat Vakum, Seri Samsung Galaxy A7 Bakal Segera Kembali ke Pasaran
Samsung Galaxy A57 Muncul di Geekbench, Pakai Chipset Exynos 1680
Samsung Galaxy S26 Lebih Tipis dan Ringan dari iPhone 17, Siap Meluncur Tahun Depan!