Sambut Masa Depan, Triumph Rilis Sepeda Motor Listrik Pertamanya
Triumph Bonneville T120 Ace (Foto: Mirror)
MEREK sepeda motor Triumph pertama kali dibuat pada tahun 1902 oleh perushaan yang didirikan pada tahun 1893 di Coventry. Namun, pada tahun 70-an Triumph kalah bersaing dengan kompetitor dari Jepang, sehingga penawaran penjualan Triumph ditolak berkali-kali. Walhasil pada tahun 1983 Triumph mengalami kebangkrutan.
Pada tahun 1991 Triumph dibeli oleh seorang pengusaha bernama John Bloor dan membuka pabrik baru di Hinckley, dan membuat motor pertamanya. Saat ini Triumph merupakan produsen motor terbesar di Britania Raya, dan memiliki pendapatan sebesar 500 Juta Euro.
Dua tahun belakangan ini Triumph sedang berfokus pada pengembangan motor listrik, kabarnya Triumph akan berkolaborasi dengan Williams Advanced Engineering (desain baterai), Integral Powertrain Ltd. (motor listrik), The University of Warwick (ahli kelistrikan), dan Innovate UK (agensi pemerintah).
Anak dari bos Triumph, Nick Bloor, mengatakan bahwa "kolaborasi yang baru ini merupakan kesempatan yang menarik bagi Triumph dan juga partnernya, untuk menjadi pemimpin dalam teknologi motor listrik." Seperti dilansir dari laman Mirror. Hal ini didorong oleh pelanggan yang ingin menguragi pencemaran lingkungan, yang di gabungkan dengan kendaraan yang lebih ekonomis, dan dapat merubah peraturan.
"Triumph TE-1 merupakan salah satu bagian dari motor listrik kami, berfokus untuk memberikan apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan para pengguna Triumph, yang berupa keseimbangan yang sempurna dalam penanganan, kinerja mesin, dan kegunaan.
Melansir autocar india, Steve Sargent selaku Triumph Chief Product Officer mengatakan "Strategi kami untuk masa depan akan berfokus kepada penyediaan platform mesin yang cocok untuk kebutuhan pelanggan, dan kami melihat powerstrain listrik Triumph sebagai peran penting disamping mesin kembar dan tiga silinder khas Triumph."
Triumph TE-1 merupakan kolaborasi yang menarik karena dapat kami masukkan kedalam jajaran motor masa depan. Mungkin perusahaan akan terus menatap ke masa depan, tetapi tetap menghargai kepopuleran sepeda motor di masa keemasan inggris.
Contohnya The New Bonneville T120 "Ace" yang hanya diproduksi 1,400 unit di seluruh dunia, memiliki mesin sebesar 1200cc dan memiliki cat yang unik berwarna matte storm grey yang kontras terhadap garis Ace Cafe. Harga untuk satu buah motor Bonneville T120 "Ace" ini adalah Rp179 juta.
Selain T120 "Ace", ada juga T120 Diamond Special Edition, yang memiliki bendera putih dan perak di tangki dan memiliki empat garis dengan detail chrome, dan T120 Diamond Special Edition ini hanya dibuat 900 buah di seluruh dunia, dimana setiap motor memiliki sertifikat tersendiri, dan T120 Diamond Special Edition ini
dibanderol dengan harga Rp175 juta. (ape)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Matel Tewas Dikeroyok Tanpa Senjata, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kebakaran Dekat TMP
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025