Fashion

Saint Laurent Hadirkan Capuche untuk Paris Fashion Week di Eiffel Tower

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 30 September 2022
Saint Laurent Hadirkan Capuche untuk Paris Fashion Week di Eiffel Tower

Capuche merupakan gaun sepanjang zaman yang muncul beberapa kali dalam koleksi Yves Saint Laurent. (Foto: YouTube/Saint Laurent)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAINT Laurent menampilkan kembali gaun hoodie rancangan Yves Saint Laurent (YSL) yang juga dikenal sebagai capuche pada Paris Fashion Week, Selasa (27/9).

Pertama kali ditampilkan pada 1969, capuche merupakan gaun 'sepanjang zaman', sehingga desainer itu memunculkannya kembali pada 1985 dan lagi pada 2002 dalam pertunjukan couture terakhir sebelum Yves Saint Laurent meninggal pada 2008.

Baca juga:

Jeno NCT Jadi Idola K-Pop Pertama yang Tampil di New York Fashion Week

Saint Laurent Hadirkan Capuche untuk Paris Fashion Week di Eiffel Tower
Peragaan koleksi Spring/Summer 2023 YSL diadakan di pelataran Menara Eiffel, Paris, Perancis. (Foto: YouTube/Saint Laurent)

Model gaun berkerudung tetap sama tapi bahan kain yang digunakan berubah setiap saat, mulai dari bahan jersey berat menjadi sesuatu yang lebih ringan dan lebih transparan. Selain desain gaun Mondrian, capuche tetap menjadi salah satu busana paling terkenal hingga saat ini.

Direktur kreatif koleksi busana malam untuk musim semi dan panas 2023, Anthony Vaccarello, menggambarkan versi capuche-nya sebagai 'perpanjangan kain hingga atas kepala', tetapi bagi kita semua, itu adalah gaun dengan kerudung.

Capuche rancangan Vaccarello menggunakan bahan rajutan jersey sutra tebal dengan warna hijau, perunggu, dan ungu tidak mencolok. Tampilan gaun tersebut sangat anggun dengan panjang yang menyapu lantai.

Saint Laurent bukanlah merek yang dikenal mengutamakan kenyamanan. Namun, sebagian besar koleksi yang dipamerkan di Paris tersebut, seperti gaun tanpa lengan tipis yang meninggalkan sedikit imajinasi dan sepatu hak tinggi, tampak cukup nyaman.

Ada pula atasan menerawang dengan bawahan jogging dari bahan kasmir. Untuk penutup peragaan busana, YSL menampilkan rangkaian busana sutra eksklusif dengan potongan piyama berwarna gelap dan bintik-bintik.

Baca juga:

Isyana Sarasvati Ikut Ramaikan New York Fashion Week

Saint Laurent Hadirkan Capuche untuk Paris Fashion Week di Eiffel Tower
Direktur kreatif koleksi tersebut, Anthony Vaccarello mengatakan, gaun-gaun itu dirancang untuk bergerak. (Foto: YouTube/Saint Laurent)

Koleksi musim semi tersebut juga menampilkan mantel besar dan indah dalam warna hitam dan cokelat, menyerupai baju besi kulit. Dipakai dengan gaun sehingga menampilkan siluet jam pasir tapi androgini, seperti yang diharapkan dari jenama fesyen yang terkenal akan desain ulangnya terhadap tuksedo untuk perempuan

Vaccarello mengatakan, gaun-gaun itu dirancang untuk bergerak, terinspirasi oleh selubung berbentuk tabung yang dikenakan oleh koreografer Martha Graham dengan gaya modernnya yang garang mengubah gaya tari biasa menjadi lebih menantang.

Untuk melengkapi penampilan, gelang dan anting-anting chunky dikenakan para model. Aksesoris tersebut telah menjadi ciri khas utama sang desainer.

Dalam peragaan tersebut tidak ada bulu binatang di kerah setelah Saint Laurent akhirnya mengumumkan akan mengakhiri penggunaan bahan tersebut pada 2022. Bahkan Kate Moss, salah satu penonton paling menonjol di kursi barisan depan yang mengenakan bulu palsu, segera lepaskannya.

Super model itu menjadi salah satu bintang yang menghadiri peragaan bersama Zoë Kravitz, dan YSL muses Jerry Hall, serta mantan ibu negara Prancis Carla Bruni. Tak lupa kehadiran bintang K-Pop Rose Blackpink di sisi panggung terbuka di bawah langit malam.

Usai pertunjukan yang menutup hari kedua Paris Fashion Week tersebut, para tamu termasuk Rossy de Palma berlama-lama berfoto bersama koleganya. (aru)

Baca juga:

5 Tren Kecantikan Populer di London Fashion Week 2022

#Fashion #Paris Fashion Week
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Bagikan