RS DKT Solo Tetap Buka Pelayanan Terapi 'Cuci Otak' ala Terawan

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 29 Maret 2022
RS DKT Solo Tetap Buka Pelayanan Terapi 'Cuci Otak' ala Terawan

Danrem 074 Warastratama, Kolonel Inf Achiruddin. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dikabarkan masih membuka praktek di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara atau RS DKT Solo.

Hal itu diungkapkan Staf Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Andi belum lama ini.

Baca Juga:

Penindakan yang Ngebut di Jalan Tol Menuai Kritik

Danrem 074 Warastratama, Kolonel Inf Achiruddin mengatakan Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi Solo tetap membuka pelayanan terapi metode digital subtraction angiography (DSA) atau yang lebih dikenal dengan terapi ‘cuci otak’ di tengah munculnya keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Diketahui terapi cuci otak hasil inovasi Terawan itu tidak hanya di RSPAD Gatot Subroto tetapi juga membuka pelayanan di Solo, tepatnya di RST Slamet Riyadi, Solo.
Bahkan saat itu Terawan ikut hadir saat pembukaan terapi DSA di RST Slamet Riyadi Solo pada 12 Agustus 2022.

"Layanan terapi DSA di RST Slamet Riyadi tetap membuka pelayanan seperti biasa," kata Achiruddin, Selasa (29/3)

Ia menegaskan pelayanan di RS DKT di RST Slamet Riyadi Solo hanya untuk keluarga TNI. Dia mengungkapkan dokter yang mengoperasikan metode terapi cuci otak tidak hanya Terawan tetapi juga terdapat tenaga ahli lainnya

"Pelayanan terapi metode digital subtraction angiography hanya untuk keluarga TNI saja," kata dia.

Ia menyebut bahwa perselisihan antara mantan Menteri Kesehatan dengan IDI merupakan masalah pribadi. Bahkan di Solo layanan terapi DSA dilakukan oleh tenaga ahli dari tim Terawan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers seusai meninjau RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers seusai meninjau RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama

"Kalau terkait dengan RST nggak ada masalah. Proses itu tetap berjalan karena ini untuk kebaikan, kesehatan dan juga kepentingan prajurit dan keluarga,” papar dia.

Ditanya terkait sudah berapa pasien keluarga TNI yang memanfaatkan layanan terapi metode digital subtraction Terawan, ia mengaku tidak mengetahuinya. Pasalnya, Korem 074 Warastratama hanya sebagai supervisi sedangkan pihak yang mengetahui jumlah pasien merupakan kewenangan pihak rumah sakit.

Ia menambahkan selama ini Terawan jarang datang ke RST Slamet Riyadi Solo. Meskipun demikian layanan di rumah sakit tetap jalan melayani pasien.

"Beliau (Terawan) tidak terlalu sering datang ke rumah sakit. Jadi untuk pelayanan kesehatan tetap jalan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Rating Siaran Langsung Oscar Melonjak dari Tahun Lalu

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me
Bagikan