MerahPutih.com - Gelandang Barcelona, Rodri, mengungkapkan bahwa ia menghubungi Jose Mourinho pada musim panas ini setelah mengambil keputusan sulit untuk menolak Real Madrid.
Ia sendiri memutuskan pindah ke rival abadinya, Barcelona. Pemain 30 tahun itu meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Barca dalam kesepakatan senilai 60 juta euro (Rp 1,2 triliun), setelah tujuh tahun berkarier di Inggris.
Baca juga:
Cetak 26 Gol dalam 6 Pertandingan, Barcelona Ganas Tanpa Striker Murni
Rodri Ungkap Alasan Pilih Barcelona Dibanding Real Madrid
Pemain timnas Spanyol itu juga diminati oleh Real Madrid. Namun, ia memilih Barca setelah berbicara dengan pelatih kedua klub, Hansi Flick dan Mourinho.
"Saya sebenarnya ingin menikmati liburan yang lebih santai musim panas ini, tetapi kenyataannya tidak demikian. ujar Rodri
"Saya harus menganalisis banyak hal dan mengambil keputusan besar di antara dua klub terbaik dunia. Pada akhirnya, saya berpegang pada aspek olahraga, memilih opsi yang lebih menggugah semangat saya, serta tempat di mana saya merasa bisa meraih kemenangan dan berkembang paling pesat sebagai pemain," tambahnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai pembicaraannya dengan Mourinho, ia menambahkan bahwa tidak ingin membeberkan percakapan pribadinya. Namun, Mourinho sangat ingin dirinya bergabung ke Bernabeu dan menjelaskan kontribusinya.
"Sikapnya terhadap saya sangat baik. Saat saya mengambil keputusan, saya juga menghubunginya untuk berterima kasih atas minatnya serta sikapnya yang baik kepada saya," kata Rodri.
Baca juga:
Vinicius Junior dalam Tekanan, Mourinho Kirim Pesan Penting kepada Fans Real Madrid
Adaptasi Rodri di Barcelona Sangat Cepat
Rodri telah beradaptasi dengan cepat di skuad Barca. Tim asuhan Flick itu memenangi keenam pertandingan pembuka mereka, lima di La Liga dan satu Liga Champions, dengan total mencetak 26 gol.
Barca pun berharap pengalaman dan pemahamannya akan membantu tim melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa, sembari berupaya melanjutkan kesuksesan meraih gelar La Liga secara berturut-turut dengan mengakhiri penantian selama 11 tahun untuk menjuarai Liga Champions.
"Jika bicara soal pengalaman dan kepemimpinan, saya rasa saya bisa banyak membantu kelompok pemain yang tergolong muda ini, yang mungkin belum sering menghadapi situasi-situasi tertentu seperti yang pernah saya alami," jelasnya.
"Hal itulah yang pada akhirnya akan membawa kesuksesan. Saya yakin Barça memiliki potensi untuk terus berkembang dan mencapai level keunggulan yang mampu mengantarkan mereka meraih gelar juara Eropa, sebagaimana yang telah mereka buktikan di Spanyol." (sof)