Merahputih.com - Barcelona mengawali musim 2026-2027 dengan performa yang mengesankan. Di bawah arahan Hansi Flick, Blaugrana seperti tidak pernah kehabisan cara untuk membongkar pertahanan lawan.
Lima pertandingan pertama LaLiga berhasil disapu bersih dengan kemenangan. Terbaru, Barcelona mengalahkan Levante dengan skor 4-2, yang membuat mereka tetap kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 15 poin.
Yang membuat performa Barcelona semakin menarik adalah produktivitas mereka. Dalam lima pertandingan LaLiga, mereka sudah mencetak 21 gol atau rata-rata lebih dari empat gol per laga.
Baca juga:
Jika ditambah kemenangan 5-1 atas Feyenoord di Liga Champions, Barcelona telah mengoleksi 26 gol hanya dalam enam pertandingan.
Menariknya, seluruh produktivitas tersebut hadir ketika Flick tidak memiliki penyerang tengah murni atau striker nomor 9 tradisional sebagai tumpuan utama.
Barcelona Tak Bergantung Satu Pemain
Barcelona musim ini tidak terlihat bergantung kepada satu mesin gol. Sebaliknya, tanggung jawab mencetak gol tersebar di antara pemain depan dan gelandang serang.
Situasi tersebut membuat pertahanan lawan menghadapi ancaman dari berbagai arah. Menutup satu pemain saja tidak cukup untuk menghentikan serangan Barcelona.
Raphinha menjadi pemain paling produktif dengan catatan delapan gol dan tiga assist. Di belakangnya ada Lamine Yamal yang telah mengemas tujuh gol dan dua assist.
Baca juga:
Barcelona Cetak 17 Gol dalam 4 Laga, Paling Produktif dalam 75 Tahun Terakhir
Sementara itu, Fermin Lopez turut menyumbangkan empat gol dan dua assist.
Anthony Gordon juga memberikan kontribusi penting melalui empat assist, sedangkan Karim Adeyemi telah mencatatkan tiga gol dan satu assist.
Fleksibilitas Para Pemain
Lamine Yamal menjadi salah satu gambaran bagaimana sistem serangan Barcelona bekerja tanpa striker murni.
Pemain muda tersebut bisa membuka ruang dari sisi sayap, menciptakan peluang, sekaligus melakukan penetrasi ke kotak penalti.
Pergerakannya membuat lawan sulit menebak dari mana ancaman berikutnya datang.
Raphinha juga menjadi sumber utama gol dan assist. Sementara itu, Fermin Lopez memberikan ancaman langsung dari lini kedua.
Kondisi tersebut memberikan Flick lebih banyak keleluasaan untuk melakukan rotasi tanpa kehilangan ketajaman di lini depan.
Baca juga:
Viral Pakai Mobil Butut ke Sesi Latihan, Pemain Muda Barcelona Ini Langsung Dihadiahi Cupra Born
Barcelona Tak Kehabisan Sumber Gol
Ketiadaan nomor 9 tradisional sejauh ini tidak menjadi persoalan besar bagi Barcelona. Aliran gol tetap deras karena para pemain berbagi tanggung jawab untuk menciptakan sekaligus menyelesaikan peluang.
Filosofi tersebut membuat Barcelona memiliki pola serangan yang lebih sulit dibaca. Lawan tidak bisa hanya fokus kepada satu pemain karena banyak pemain Blaugrana mampu menjadi penentu.
Dengan awal musim yang begitu produktif, Barcelona memiliki fondasi serangan yang beragam untuk menghadapi persaingan panjang musim 2026-2027.