Merahputih.com - Tottenham Hotspur tengah menghadapi spekulasi besar terkait penunjukan Roberto De Zerbi sebagai pelatih baru di tengah ancaman degradasi Premier League.
Klub asal London Utara ini kabarnya siap menjadikan mantan pelatih Marseille tersebut sebagai salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di Inggris melalui kontrak berdurasi lima tahun.
Baca juga:
Roberto De Zerbi Jadi Kandidat Utama Pelatih Baru Tottenham Hotspur Setelah Igor Tudor
Langkah agresif ini diambil manajemen Spurs untuk memutus tren negatif setelah gagal meraih satu pun kemenangan di liga sejak awal tahun 2026.
Meskipun kesepakatan penuh belum tercapai, kehadiran De Zerbi diharapkan mampu mendongkrak posisi tim yang kini hanya unggul satu poin dari zona merah. Namun, ambisi besar ini memicu peringatan keras dari berbagai pihak.
Transisi taktik yang ekstrem dari De Zerbi dikhawatirkan justru akan memperburuk kondisi internal tim yang sedang tidak stabil.
Peringatan Masa Lalu dari Lewis Dunk
Kekhawatiran mengenai dampak instan De Zerbi berkaca pada pengakuan kapten Brighton, Lewis Dunk. Saat De Zerbi pertama kali menangani Brighton pada 2023, skuad The Seagulls sempat mengalami fase kebingungan total akibat perubahan metode latihan yang sangat drastis.
Perubahan sistem tersebut menyebabkan Brighton gagal meraih kemenangan dalam lima laga awal Premier League di bawah kendali pelatih asal Italia itu.
"Pada pertemuan pertama saat dia bergabung, saya sangat bingung. Latihan berubah drastis dan beberapa pekan pertama merupakan transisi yang sangat sulit," ujar Lewis Dunk dikutip The Telegraph.
Dunk bahkan menyebut situasi di ruang ganti sempat menjadi kekacauan selama dua pekan pertama karena perbedaan gaya komunikasi dan instruksi teknis yang rumit.
Taruhan Tinggi di Tengah Ancaman Degradasi
Situasi Spurs saat ini sangat kontras dengan posisi Brighton kala itu. Jika Brighton berada di posisi keempat saat De Zerbi datang, Tottenham justru sedang berjuang hidup dan mati di peringkat ke-17, tepat di atas West Ham United.
Kegagalan beradaptasi dengan cepat terhadap taktik De Zerbi bisa berakibat fatal bagi status Spurs di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Baca juga:
Hanya 6 Pekan Tangani Tottenham Hotspur, Igor Tudor Dipecat, 2 Nama Lain Ikut Pergi
Manajemen klub kini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, reputasi De Zerbi sebagai pelatih inovatif sangat menggiurkan, namun di sisi lain, risiko kegagalan instan seperti yang pernah dialami di Brighton menjadi ancaman nyata.
Waktu yang sempit di sisa musim 2026 membuat setiap eksperimen taktik menjadi pertaruhan yang sangat berisiko bagi masa depan klub.