Risma Pastikan Tidak Ada Korupsi dalam Program Percepatan Ekonomi Papua

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 23 Maret 2022
Risma Pastikan Tidak Ada Korupsi dalam Program Percepatan Ekonomi Papua

Mensos Tri Rismaharini meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Olahan Hasil Laut dan Sembako di Apawer, Maberamo, Papua, Selasa (22/3/2022). (ANTARA/HO-Kemensos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk upaya percepatan pemberdayaan sosial dan akses ekonomi yang semakin meluas untuk kesejahteraan masyarakat.

Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan, tak ada korupsi dalam upaya percepatan akses ekonomi dan pendidikan di Papua yang dilakukan Kemensos.

"Sekali lagi memang saya harus cepat, karena percepatan itu menurut saya pokoknya yang paling penting adalah kami tidak melakukan korupsi, kami tidak melakukan salah administrasi, itu yang paling penting bagi kita," ujar Mensos Risma saat ditemui di GKI Tanah Papua Jayapura, Papua, Selasa (22/3) malam.

Baca Juga:

Senator Filep Wamafma: Papua Sedang Tidak Baik-baik Saja!

Mensos mengatakan, percepatan itu jauh lebih penting, agar lebih bisa membantu masyarakat untuk meringankan beban masyarakat Papua.

Risma melanjutkan, pihaknya tengah mendesain skema agar warga Papua bisa untuk mengakses ekonomi yang lebih baik, dimulai dengan menggerakkan sektor pertanian yang dapat dirasakan manfaatnya secepat-cepatnya.

Kemudian, dia mengupayakan agar kelompok dalam klasi-klasi di bawah GKI di Tanah Papua dapat merasakan manfaat pemberdayaan sosial, dengan membuka akses pasar.

Baca Juga:

Polda Papua Kirim Tambahan Anggota Brimob ke Dekai

Selain itu, Mensos mengatakan, pihaknya akan meneliti kadar garam air laut di Kabupaten Sarmi untuk dapat dijadikan tambak garam konsumsi maupun industri.

Program lainnya adalah mengadakan kursus menjahit bagi para para ibu, hingga rencana membuat virgin coconut oil atau minyak kelapa, maupun minyak biji bunga matahari yang bernilai tinggi.

"Kita terus berpikir bagaimana, bukan hanya sekadar memberikan bantuan. Tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan langsung secepat-cepatnya supaya sekali lagi. Kemarin kalau kena impact (dampak) COVID-19, recovery (pemulihan) bisa segera kembali," kata dia, seperti dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Senator Papua Minta Pemerintah Pusat Jawab Kekhawatiran Isu Pemekaran

#Papua #Tri Rismaharini #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan