MerahPutih.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk upaya percepatan pemberdayaan sosial dan akses ekonomi yang semakin meluas untuk kesejahteraan masyarakat.
Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan, tak ada korupsi dalam upaya percepatan akses ekonomi dan pendidikan di Papua yang dilakukan Kemensos.
"Sekali lagi memang saya harus cepat, karena percepatan itu menurut saya pokoknya yang paling penting adalah kami tidak melakukan korupsi, kami tidak melakukan salah administrasi, itu yang paling penting bagi kita," ujar Mensos Risma saat ditemui di GKI Tanah Papua Jayapura, Papua, Selasa (22/3) malam.
Baca Juga:
Senator Filep Wamafma: Papua Sedang Tidak Baik-baik Saja!
Mensos mengatakan, percepatan itu jauh lebih penting, agar lebih bisa membantu masyarakat untuk meringankan beban masyarakat Papua.
Risma melanjutkan, pihaknya tengah mendesain skema agar warga Papua bisa untuk mengakses ekonomi yang lebih baik, dimulai dengan menggerakkan sektor pertanian yang dapat dirasakan manfaatnya secepat-cepatnya.
Kemudian, dia mengupayakan agar kelompok dalam klasi-klasi di bawah GKI di Tanah Papua dapat merasakan manfaat pemberdayaan sosial, dengan membuka akses pasar.
Baca Juga:
Polda Papua Kirim Tambahan Anggota Brimob ke Dekai
Selain itu, Mensos mengatakan, pihaknya akan meneliti kadar garam air laut di Kabupaten Sarmi untuk dapat dijadikan tambak garam konsumsi maupun industri.
Program lainnya adalah mengadakan kursus menjahit bagi para para ibu, hingga rencana membuat virgin coconut oil atau minyak kelapa, maupun minyak biji bunga matahari yang bernilai tinggi.
"Kita terus berpikir bagaimana, bukan hanya sekadar memberikan bantuan. Tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan langsung secepat-cepatnya supaya sekali lagi. Kemarin kalau kena impact (dampak) COVID-19, recovery (pemulihan) bisa segera kembali," kata dia, seperti dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Senator Papua Minta Pemerintah Pusat Jawab Kekhawatiran Isu Pemekaran