MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengakui ada agenda lain dari acara 1 tahun reuni akbar aksi 212 yang dilaksanakan 2 Desember mendatang selain solat subuh berjamaah dan memperingati maulid nabi.
"Kegiatan itu tetap ada aksi damai, kita meminta kepada pihak berwenang atau pemerintah untuk membebaskan ulama aktivis Islam yang selama ini dikriminalisasi," ujar Novel kepada wartawan, Senin (27/11).
Agenda lain yaitu menuntut agar kasus-kasus dugaan penistaan agama yang saat ini masih mangkrak di kepolisian untuk segera ditindaklanjuti. Novel mendesak, polisi segera melakukan penahanan terhadap Politisi Partai NasDem, Viktor Laiskodat yang diduga telah melecehkan agama islam.
"Kita meminta untuk penista agama untuk segera ditangkap, seperti (viktor) laiskodat, yang lebih lebih lama dari Ahok. sudah empat sampai lima bulan lebih belum dipenjara," jelas Novel.
Novel khawatir, umat islam akan bergejolak jika polisi tak segera menahan Laiskodat. Karena ucapannya lebih berbahaya, menyerukan pembantaian kepada umat Islam," sambung Novel.
"Itu agenda kita, yang insyaallah akan dilaksanakan setiap tahun. Kita memperingati atau reuni 212 itu tetap kita adakan," tutup Novel. (Ayp)