Resmikan Pabrik Kabel Serat Optik, Ini Penghematan yang Diklaim Menperin
Airlangga (kedua kiri) saat peresmian pabrik kabel serat optik di Karawang. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengklaim bertambahnya pabrik produsen kabel serat optik di tanah air akan mengurangi impor bahan dan jasa sebesar 8-10 persen per tahun. Dengan begitu, negara dapat berhemat devisa sebesar US$ 500 juta (Rp 6,8 triliun).
"Saat ini kebutuhan kabel serat optik di Indonesia mencapai 9 juta km/tahun. Dengan dibangunnya pabrik baru ini dapat mengurangi impor sehingga dapat menghemat devisa sebesar US$ 500 juta," kata Menperin Airlangga saat meresmikan pabrik Yangtze Optics Indonesia (YOI) di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/2).
Menurutnya, pertumbuhan teknologi komunikasi saat ini membutuhkan efisiensi dalam hal pengiriman informasi, sehingga diperlukan dorongan untuk mengembangkan teknologi kabel baru untuk meningkatkan efisiensi dalam sistem komunikasi.
"Kabel serat ini menjadi kabel yang paling banyak digunakan dalam teknologi komunikasi modern karena mampu mentransmisikan cahaya dengan frekuensi tinggi," kata dia.
Lagi pula, di tengah penggalakan pengembangan infrastruktur telekomunikasi dalam negeri tentunya akan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
"Hal ini tentunya merupakan peluang besar bagi industri kabel serat optik dalam negeri untuk memenuhi permintaan kebutuhan kabel serat optik dalam proyek tersebut," imbuhnya.
Namun demikian, lanjutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa suplai kabel serat optik lokal di pasar saat ini hanya sekitar 60 persen dan sisanya 40 persen masih impor.
Ketum Golkar ini pun berharap dengan peresmian PT YOI dapat mendorong meningkatnya kapasitas produksi kabel dengan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.
"Tentunya dengan adanya pabrik ini juga dapat menyerap pekerja dalam negeri, sehingga sesuai dengan program pemerintah untuk mengurangi pengangguran," tuntasnya. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Resmikan Pabrik Kabel Serat Optik Terbesar di Indonesia, Menperin: Baru Pertama Saya Lihat
Bagikan
Berita Terkait
Tanggul Kalimalang Jebol, Jasa Tirta II Matikan 3 Pompa Air Bendung Curug
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Work From Mall, Padukan Kebutuhan Pekerja Fleksibel Sambil Ngopi
Pemerintah Sarankan Work From Mall, Demi Gig Economy
Pesawat BRO Skydive Indonesia Jatuh dan 'Nyungsep' di Sawah Karawang, Lima Awak Dipastikan Selamat
Gubernur Jabar Turun Tangan Damaikan Ribut Proyek Pengerukan Sungai, Ini Nama 3 Kades yang Bersitegang
Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik
Pembahasan Tarif Ekspor ke AS Belum Rampung, Airlangga Ingin Beberapa Komoditas Nol Persen