Repotnya Siswa SD dan SMP Hadapi Ujian di Bawah Ancaman Erupsi Gunung Agung
Pengungsi Gunung Agung berada di atas kendaraan menuju tempat penampungan (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
MerahPutih.com - Siswa kelas VI SD dan Kelas IX SMP akan segera menghadapi ujian. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga di Bali menginstruksikan agar tidak ada siswa yang terbengkalai kelangsungan pendidikannya meski sedang mengungsi akibat ancaman erupsi Gunung Agung.
Kegiatan belajar mengajar di 36 sekolah di enam desa yang masuk daerah rawan bencana dihentikan sejak Selasa (19/9) seiring meningkatnya aktivitas kegempaan Gunung Agung.
"Menghentikan sementara proses belajar mengajar hingga dalam batas waktu yang tidak ditentukan," ujar Kepala Disdikpora Karangsem I Gusti Ngurah Kartika seperti dikutip Antara, Sabtu (23/9).
Sekolah yang dihentikan proses belajar mengajarnya itu, sebagian besar sekolah dasar tersebar di enam desa dan satu unit SMP. Para murid dan siswa ditempat pengungsian dapat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah terdepat.
Sejak peningkatan status, arus pengungsi terus mengalir ke berbagai tempat yang aman di Kabupaten Karangasem serta enam kabupaten terdekat, yakni Buleleng, Klungkung, Bangli, Gianyar, Tabanan, dan Kota Denpasar hingga Jumat (22/9) malam, mencapai 12.448 jiwa.
Bagikan
Berita Terkait
Cuaca Panas, 75 Ha Hutan di Gunung Agung Bali Terbakar
Pendaki Gunung Agung Diminta Waspada Potensi Bahaya Gas Beracun