Merahputih.com - Real Madrid dikabarkan tengah melakukan negosiasi intens untuk membawa pulang Toni Kroos ke Stadion Santiago Bernabeu. Bukan sebagai pelatih atau staf kepelatiha, pemain yang identik dengan nomor 8 itu diplot mengisi posisi strategis dalam struktur manajemen Los Blancos.
Langkah ini menjadi strategi terbaru Klub dari Ibu Kota Spanyol dalam upaya mengembalikan stabilitas tim melalui pengalaman dan visi luar biasa sang legenda Jerman.
Baca juga:
Real Madrid Urungkan Niat Jalani Pramusim di AS, Fokus Cari Pengganti Arbeloda dan Rombak Pemain
Misi Penyelamatan Mental Juara
Manajemen Real Madrid mengidentifikasi absennya sosok pemimpin di lini tengah sebagai salah satu penyebab penurunan performa tim dalam perburuan trofi musim ini.
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa petinggi klub secara aktif menjajaki kemungkinan kerja sama baru dengan pria berusia 36 tahun itu.
Mengingat Kroos masih menetap di Madrid sembari mengelola akademi sepak bolanya, peluang kembalinya sang maestro ke pelukan raksasa Spanyol tersebut terbuka sangat lebar.
Seorang sumber internal klub yang memahami situasi ini memberikan bocoran terkait ambisi Real Madrid.
"Klub sangat menghargai visi sepak bola yang Toni miliki. Kehadirannya di jajaran manajemen bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata untuk memperkuat fondasi internal tim," ungkap sumber tersebut.
Mengikuti Jejak Zinedine Zidane
Meski rincian jabatan resminya belum terungkap sepenuhnya, spekulasi kuat menyebutkan bahwa Kroos akan mengemban peran serupa dengan Zinedine Zidane di masa lalu.
Posisi tersebut mencakup tugas sebagai penasihat teknis sekaligus duta global yang mewakili kepentingan klub di kancah internasional.
Baca juga:
Lebih jauh lagi, Real Madrid memproyeksikan Kroos untuk terlibat langsung dalam perencanaan komposisi skuad masa depan.
Sosok yang telah memberikan banyak trofi Liga Champions ini diharapkan bisa hadir di tempat latihan untuk memberikan pengaruh positif bagi para pemain muda.
Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan transisi Kroos dari seorang maestro lapangan hijau menjadi otak di balik meja berjalan dengan mulus. (Bolaskor)