Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilpres 2019

Ray Rangkuti Nilai Gaya Kampanye Menyerang, Katrol Elektabilitas Prabowo

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 20 Desember 2018
Ray Rangkuti Nilai Gaya Kampanye Menyerang, Katrol Elektabilitas Prabowo

Direktur LIMa Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019 sudah berlangsung sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan paslon capres-cawapres beberapa waktu lalu.

Sejak akhir Juli 2019, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi melancarkan kampanye dialogis dan simpatik ke sejumlah elemen masyarakat.

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, gaya kampanye menyerang yang dilakukan Prabowo Subianto ternyata berdampak positif terhadap elektablitasnya. Keuntungan elektoral itu didapat Prabowo-Sandi lantaran serangan dan kritikan terhadap pemerintah yang dipimpin calon petahana, Jokowi.

Selain itu, Ray Rangkuti mengatakan Prabowo-Sandi kerap menggunakan istilah-istilah kontroversial untuk merebut hati masyarakat.

Pengamat politik Ray Rangkuti
Ray Rangkuti menilai gaya kampanye menyerang katrol elektabilitas Prabowo (MP/Gomes)

Tak hanya itu, Prabowo-Sandi juga lebih diinginkan masyarakat karena dianggap sebagai respresentasi kepemimpinan umat.

"Saya pikir dalam portal pertama kampanye kali ini dalam 3 bulan terakhir Prabowo-Sandiaga mendapatkan kelimpahan elektoral dari situasi dengan berbagi pernyataan kontroversial. Jadi ini perpaduan yang cukup apik babak pertama imajinasi kepemimpinan umat ditambah dengan permyataan yang kontroversial dan model kampanye menyerang," kata Ray dalam diskusi publik yang berlangsung di D'hotel, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Jargon kepemimpinan umat yang diinisiasi Prabowo-Sandi meski bersifat imajinatif ternyata secara tidak langsung ikut mengatrol elektabilitas pasangan calon. Meski ide tersebut ada juga dalam visi-misi pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kita cek melalui visi-misi keduanya tidak berbeda jauh dari visi misi pak Jokowi yang berkaitan dengan akomodir kepemimpinan umat. Oleh karena itu yang dimaksud dengan kepemimpinan umat pro umat itu sebenernya lebih bersifat imajinatif daripada faktual memang disengaja diproduksi dalam rangka menaikkan elektabilitas," kata Ray.

Selama masa kampanye berlangsung, Ray menduga Prabowo-Sandi akan tetap menggunakan strategi menyerang dengan aksi dan beragam pernyataan kontroversial. Meskipun, di saat yang sama, kubu Jokowi-Ma'ruf juga sudah mengubah strategi dengan lebih menyodorkan fakta sebagai bantahan terhadap kampanye rivalnya tersebut.

Dalam menghadapi strategi menyerang dari kubu Prabowo, Ray menilai bukan tidak mungkin kubu Jokowi juga akan melakukan serangan balik, namun hal itu dikhawatirkan berdampak negatif karena masyarakat juga mulai jenuh dengan strategi Prabowo-Sandi.

"Tapi yang ada di kubunya Pak Jokowi agak berubah nih, kubunya Pak Jokowi mungkin tidak sibuk lagi menjelaskan apa yang saya kerjakan sekarang. Langsung mereka menusuk menyerangnya dengan mengatakan Prabowo mana solatnya, prabowo merangkap menjadi imamnya, serang melawan serang sekarang," pungkas Ray Rangkuti.(Gms)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Anak Buahnya Diciduk KPK, Begini Tanggapan Menpora Imam Nahrawi

#Prabowo Subianto #Pilpres 2019 #Ray Rangkuti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Istana menegaskan kerja Presiden Prabowo Subianto berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan survei.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Indonesia
Mensesneg Bilang Prabowo Juga Naikkan Tukin Guru-Nakes 3T Bukan Cuma TNI
Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan tunjangan kinerja bukan hanya untuk TNI dan Kemenhan, tetapi juga guru, dosen, dan tenaga kesehatan di wilayah 3T.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Mensesneg Bilang Prabowo Juga Naikkan Tukin Guru-Nakes 3T Bukan Cuma TNI
Indonesia
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Stasiun Semarang Tawang segera direvitalisasi. Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meresmikannya.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Indonesia
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
Presiden RI, Prabowo Subianto, menaikkan tunjangan kinerja TNI dan ASN Kemhan. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2026.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
Indonesia
Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta lulusan IPDN untuk dekat dengan rakyat dan menolak korupsi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi
Indonesia
Sah Diteken Prabowo! Kejagung Punya 7 Kejaksaan Negeri Baru, 2 di Pulau Jawa
Presiden Prabowo Subianto menandatangani Perpres Nomor 40 Tahun 2026 tentang pembentukan tujuh kejaksaan negeri baru, termasuk Pangandaran dan Serang di Pulau Jawa.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Sah Diteken Prabowo! Kejagung Punya 7 Kejaksaan Negeri Baru, 2  di Pulau Jawa
Indonesia
Ekonom Ingatkan Presiden Salah Pilih Gubernur BI Baru Bisa Picu Bahaya Fiskal
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai mundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI jadi momentum menjaga independensi bank sentral.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Ekonom Ingatkan Presiden Salah Pilih Gubernur BI Baru Bisa Picu Bahaya Fiskal
Indonesia
Kronologi Bos BI Perry Warjiyo Mundur tanpa Alasan Detail: Internal Tahu Sabtu Sampai Istana Minggu
Gubernur BI Perry Warjiyo resmi mundur. Surat diterima Presiden tanpa alasan detail. Pemerintah bantah ada intervensi politik.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Kronologi Bos BI Perry Warjiyo Mundur tanpa Alasan Detail: Internal Tahu Sabtu Sampai Istana Minggu
Indonesia
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Prabowo Sampaikan Apresiasi atas Pengabdiannya
Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur BI. Ia pun mengucapkan terima kasih atas dedikasinya.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Prabowo Sampaikan Apresiasi atas Pengabdiannya
Indonesia
Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pengganti Sementara
Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI. Presiden RI, Prabowo Subianto, sudah menerima surat pengunduran dirinya.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pengganti Sementara
Bagikan