Ratusan Rumah Warga di Solo Terendam Banjir

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 11 Februari 2023
Ratusan Rumah Warga di Solo Terendam Banjir

BPBD Solo melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (11/2). (MP/Humas BPBD Solo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan deras yang berlangsung pada dua hari Kamis dan Jumat (9-10/2), mengakibatkan banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo mencatat sebanyak 124 rumah warga terendam banjir.

Baca Juga:

PMI Kebanjiran Permintaan Hunian Darurat Korban Gempa Cianjur

Kepala BPBD Solo Nico Agus Putranto mengatakan, sebanyak satu kelurahan kecamatan Solo terdampak banjir. Banjir terjadi karena luapan Sungai Bengawan Solo.

"Banjir mulai masuk ke rumah warga di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres pada Sabtu dini hari pukul 00.13 WIB," kata Nico, Sabtu (11/2).

Dia mengatakan, banjir di Kelurahan Jebres merendam 124 rumah. Warga terdampak meliputi RW 36 /RT 03 terendam 3 KK; RW 36 /RT 4 terendam 29 KK; RW 36 RT 5 terendam 20 KK; RW 21 /RT 5 terendam 36 KK; RW 21 /RT 4 terendam 16 KK, dan RW 21/RT 01 terendam 20 KK terdiri dari 72 jiwa.

"Banjir di RW 21/RT 05 yang terdampak 92 jiwa dan RW 21/RT 04 ada 46 jiwa. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Titik mengungsi di Masjid Al - Khoir. Dapur umur umum dan logistik sudah diberikan pada warga terdampak banjir," katanya.

Tinggi Permukaan Air (TMA) di pintu Air Jurug juga siaga merah. Hal itu terjadi karena wilayah hulu seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu selama dua hari ini juga terjadi hujan deras.

"Kami imbau warga yang ada di sepanjang anak Sungai Bengawan Solo untuk siaga karena diprediksi hujan deras akan terjadi beberapa hari kedepan," ungkapnya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga:

5 Orang Meninggal akibat Banjir dan Tanah Longsor di Manado

#Bencana Alam #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Bagikan