Ratusan KPPS Meninggal, Kemenkes Salahkan Asap Rokok di TPS

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 14 Mei 2019
Ratusan KPPS Meninggal, Kemenkes Salahkan Asap Rokok di TPS

Jenazah petugas KPPS dari Kalsel yang meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019 (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal mayoritas akibat penyakit jantung yang dipicu kelelahan. Kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang banyak polusi asap rokok juga semakin memperburuk kondisi kesehatan para petugas.

"Ada 13 penyakit, yang paling mendominasi jantung, kemudian infarct myocard, koma hepatikum, stroke, dan hipertensi," kata Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Oscar Primadi, di Jakarta, Selasa (14/5).

TPS
Para petugas KPPS sedang menjalankan tugasnya pada Pemilu 2019 (Foto: Antaranews)

Oscar mengakui KPPS yang meninggal bukan murni karena kelelahan, tetapi mereka sebelumnya sudah mengidap penyakit tertentu sebagai faktor resiko. Menurut dia, seseorang dengan faktor risiko penyakit tidak boleh terlalu lelah, tetapi saat bertugas mereka dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat.

"Inilah yang berdampak pada jantungnya. Kita melihat beberapa provinsi yang sudah kita dapatkan datanya kita melihatnya tidak ada hal yang berhubungan langsung (dengan kelelahan), tapi berkaitan dengan penyakit bawaan yang diderita petugas, di mana kelelahan menjadi trigger," tutur pejabat eselon 1 Kemenkes itu.

Baca Juga: Lagi, Anggota KPPS Meninggal Kali Ini dari Kampung Halaman Jokowi

Namun, kata Oscar, Kemenkes sebetulnya sudah berkomunikasi dengan teman-teman daerah di dinas kesehatan dan rumah sakit untuk waspada sebelum pelaksanaan pencoblosan 17 April lalu.

IDI
Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih memberikan keterangan pada wartawan terkait kejadian kematian petugas KPPS Pemilu 2019 di kantor PB IDI Jakarta, Senin (13/5/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Kesimpulan Kemenkes ini sejalan dengan temuan investigas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memastikan kematian petugas KPPS yang terjadi di seluruh Indonesia bukan dikarenakan kelelahan melainkan penyakit yang sudah dideritanya.

“Menghadapi kasus kematian mendadak dalam jumlah besar dalam kurun waktu yang singkat IDI berpendapat bahwa kelelahan bukanlah penyebab langsung kematian, namun dapat jadi salah satu faktor pemicu atau pemberat sebab kematian,” kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih di kantor PB IDI Jakarta, kemarin.

BACA JUGA: Komunitas Dokter Minta Autopsi Petugas KPPS yang Meninggal, Pengamat: Ide Konyol dan Sesat

Hingga kini data jumlah petugas penyelenggara Pemilu, dalam hal ini Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tertimpa musibah sudah mencapai 4.766 jiwa. Data ini dihimpun per 7 Mei 2019, pukul 08.00 WIB, dengan rincian 456 petugas KPPS meninggal dunia, dan 4.310 lainnya jatuh sakit. (Asp)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Bagikan