Rasa Sakit adalah Guru Terbaik, UEA Menolak Kalah Lagi saat Hadapi Timnas Irak demi Playoff Piala Dunia 2026
Timnas UEA. (Dok. UAEFA)
MerahPutih.com - Timnas Uni Emirat Arab (UEA) menolak kalah lagi saat menghadapi Irak di leg pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kelima. Laga akan digelar di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Kamis (13/11) malam.
Diakui sang pelatih Cosmin Olaroiu, kekalahan dari Qatar di laga terakhir kualifikasi putaran keempat begitu menyakitkan.UEA kalah 1-2 yang membuat akhirnya finis di tempat kedua.
Padahal, sebelum laga dimainkan, UEA punya keunggulan dari Qatar. Itu setelah menang 2-1 atas Oman. Adapun di laga pertamanya, Qatar hanya bermain 0-0 dengan Oman.
Menurut Cosmin, rasa sakit dijadikan guru terbaik. UEA tidak ingin kalah lagi.
Kemenangan menjadi incaran, terlebih leg kedua nantinya dimainkan di markas Timnas Irak, Stadion Internasional Basra pada 18 November.
Baca juga:
“Kami menghadapi salah satu pertandingan terpenting dalam sejarah tim nasional kami. Kami sangat menyadari pentingnya pertandingan ini, dan kami memahami bahwa kami harus tampil sebaik mungkin dan fokus sepenuhnya pada rencana permainan kami,” katanya dalam konferensi pers dikutip dari 24.
"Selama beberapa hari terakhir, kami telah berhasil membantu para pemain pulih secara fisik dan mental setelah upaya keras mereka. Kami tahu kami menghadapi lawan yang terorganisir dengan baik dan kuat, dan bahwa pertandingan ini tidak akan mudah."
Ia berharap anak asuh menunjukkan performa terbaik di dalam pertandingan. Selain itu mampu memanfaatkan setiap peluang.
"Sulit bagi kami untuk mengatasi kekalahan dalam pertandingan yang krusial, dan bagi saya, itu menyakitkan. Saya selalu memberi tahu para pemain bahwa guru terbaik adalah rasa sakit yang kita rasakan setelah kekalahan, sehingga kita belajar darinya dan memastikan kita tidak akan pernah mengalami perasaan itu lagi.
Pemenang akan melaju ke playoff antarkonfederasi. Selain pemenang putaran kelima Asia, playoff diikuti satu tim CAF, CONMEBOL (Bolivia), dan OFC (New Caledonia), dan dua tim CONCACAF.
Playoff akan diadakan di Amerika Utara sekaligus menjadi ajang persiapan untuk Piala Dunia. Berlangsung selama periode FIFA 23–31 Maret 2026 atau kurang dari tiga bulan sebelum dimulainya putaran final Piala Dunia 2026.
Enam tim dibagi ke dalam dua braket yang masing-masing terdiri dari tiga tim: satu tim unggulan, dua non unggulan berdasarkan ranking FIFA.
Dua tim non-unggulan saling berhadapan di semifinal, dengan pemenangnya akan melaju ke final playoff melawan tim unggulan. Pemenang final mendapat tiket Piala Dunia 2026.
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
FIFA Rilis Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Kick Off Paling Awal Jelang Tidur Malam dan Banyak di Jam Kantor
Trauma 2 Kali Gagal di Fase Grup, Jerman Tolak Label Curacao Lawan Enteng
Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Terjebak di Grup Neraka, Argentina Full Senyum
Drawing Piala Dunia 2026 Akan Dihadiri Presiden AS Donald Trump, PM Kanada, dan Pemimpin Meksiko, Simak Jadwal Siaran Langsung dan Live Juga Link Streaming
Superkomputer Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Longsor dari Puncak Unggulan
Gennaro Gattuso Sangat Percaya Diri Italia Lolos, Waspada Kekuatan Fisik Irlandia Utara
Heboh Cristiano Ronaldo Makan Malam Bareng Donald Trump, Ternyata Temani Mohammed bin Salman
Akan Bentuk Tim Lebih Kuat Setelah Timnas Irak Tumbangkan UEA dan Lolos Playoff Antarkonfederasi, Graham Arnold: Piala Dunia 2026 Bukan untuk Berpiknik
42 Negara Lolos ke Piala Dunia 2026, Perebutan Tiket Playoff Makin Panas
Ngebet Tampil di Piala Dunia 2026, Neymar Berpeluang Hijrah ke Premier League