MerahPutih.com - Bintang Barcelona, Raphinha, telah meminta maaf atas gesturnya terhadap penggemar Atletico Madrid setelah pertandingan perempat final Liga Champions pada Rabu (15/4) lalu.
Pemain Brasil itu terlihat memberi isyarat kepada para penggemar di Metropolitano, bahwa Atletico akan tersingkir di semifinal.
Raphinha tertangkap kamera seolah-olah memberi isyarat bahwa Los Colchoneros akan kalah dalam pertandingan berikutnya melawan Arsenal atau Sporting CP di Liga Champions, bahkan mengucapkan kata-kata "tersingkir."
Baca juga:
Raphinha Kritik Wasit Atletico Madrid vs Barcelona, Terancam Sanksi UEFA
Raphinha Minta Maaf atas Gesturnya kepada Fans Atletico Madrid
Melalui unggahan di Instagram DAZN, Raphinha menjelaskan tindakannya pada malam sebelumnya. Ia beralasan bahwa telah kehilangan kendali, setelah menerima hinaan dari seorang penggemar di tribun.
“Saya meminta maaf atas tindakan saya, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau karakter saya. Itu adalah tindakan yang dilakukan dalam momen tegang, sebagai respons terhadap seorang penggemar yang tidak menghormati saya," ujarnya.
Namun, wakil kapten Barcelona itu masih bisa menghadapi larangan bermain di Liga Champions. Raphinha tidak meminta maaf atas komentarnya soal wasit setelah pertandingan, ketika mengatakan bahwa Barcelona telah 'dirampok'.
Raphinha merasa bahwa kedua leg pertandingan melibatkan serangkaian keputusan yang merugikan timnya. Ia juga menyebut kepemimpinan wasit cukup mengerikan dan mempertanyakan apakah wasit tidak ingin Barcelona lolos.
Baca juga:
Drama Bayern Munchen vs Real Madrid: Kartu Merah Camavinga Hancurkan Harapan Los Blancos
Berdasarkan preseden sebelumnya, Raphinha berpotensi menghadapi larangan bermain tiga pertandingan dari UEFA karena ucapannya. Namun, UEFA belum mengumumkan tindakan apa pun.
Ia bukan satu-satunya pemain yang frustrasi dengan keputusan wasit, kemudian Frenkie de Jong juga menyebut wasit di leg pertama sebagai faktor penentu hasil pertandingan.
Raphinha masih absen karena cedera dan diperkirakan akan kembali pada awal Mei 2026. (sof)