Pesona Indonesia

Rahasia Ekosistem Danau Purba Tersimpan di Luwu Timur

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 23 April 2018
Rahasia Ekosistem Danau Purba Tersimpan di Luwu Timur

Danau Matano yang masuk kawasan Kompleks Danau Purba Malili Sulawesi Tengah. Danau ini dikenal karena airnya yang sangat bening di kalangan para wisatawan. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kompleks Danau Malili Luwu Timur, Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan biota alam yang luar biasa. Tercatat sedikitnya 19 spesies ikan dan 15 udang langka yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi manapun selain kawasan danau purba yang terbentuk sejak era prasejarah jutaan tahun lampau itu.

Demi menjaga ekosistem dari kepunahan, Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FPKDM) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggelar Festival Kompleks Danau Malili 2018 selama 3 hari, 29 April sampai 1 Mei mendatang. "Festival ini kami gelar dalam rangka peringatan Hari Bumi dan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Luwu Timur pada 2018," kata Ketua FPKDM Kabupaten Luwu Timur Zainuddin di Makassar, Senin (23/4).

Festival ini akan dimulai dengan Aksi Bersih 3 Danau Purba yang dilakukan secara serentak dan bersamaan di 3 danau yaitu Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti. Diharapkan kegiatan ini menggugah kepedulian masyarakat terhadap pentingnya 3 danau purba yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Komplek tiga danau purba di Luwu Timur Sulawesi Tengah. Foto: Grafis Veko Reoga

Menurut Zainduddin, fokus dan tema utama festival berbuat nyata demi penyelamatan Daerah Tangkapan Air (DTA) Kompleks Danau Malili, Penyelamatan Danau dan Keanekaragaman Hayatinya. "Target peserta yang akan terlibat pada aksi bersih danau ini hanya 150 orang," tegas dia, dilansir Antara.

Para peserta akan terlibat dalam aksi Penanaman 150 Pohon, Lomba Foto Selfie/Wefie Danau, Pameran Foto dan Coaching Foto Lingkungan/Keanekaragaman Hayati, Diskusi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Cicip Kopi Gratis 150 gelas, Panggung Seni Penyelamatan Danau, dan Sarasehan Membangun Aksi Bersama Perlindungan Danau dan Keanekaragaman Hayati.

FPKDM tutur berkerja sama dengan Perkumpulan Wallacea, Forum Komunikasi kehutanan Masyarakat (FKKM), Burung Indonesia, Critical Ecosistem Partnership Fund (CEPF), Pemkab Luwu Timur, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2014 menyebutkan ada sekitar 69 jenis tumbuhan, hewan, maupun biota perikanan yang hidup di kawasan Danau Malili. Dari jumlah itu, terdapat 29 jenis ikan endemik dan 15 jenis udang air tawar, 12 moluska endemik, dan 7 jenis tanaman endemik khas Danau Malili yang tidak bisa ditemukan hidup di wilayah lain. Namun, sayang kondisi itu sudah berubah.

Danau Matano
Danau Purba Matano. Foto:Net

Berdasarkan kerja sama riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Tadulako Palu dan Wisconsin University Amerika Serikat serta Simon Fraser University Kanada menemukan beberapa ikan endemik dari kompleks Danau-danau Malili di Sulawesi Tengah mulai menghilang. Biota endemik itu yang mulai hilang itu Xenopoecilus sarasinorum dari Danau Lindu dan ikan moncong bebek (Adrianichthys kruyti) dari Danau Poso.

Danau-danau di wilayah Sulawesi Tengah memiliki keunikan tersendiri dalam proses terbentuknya. Kesemuanya berawal dari proses pergeseran kerak bumi dan pengangkatan dasar laut selama beribu hingga berjuta tahun lalu.

Proses evolusi itu yang akhirnya membentuk kontur Danau Lindu, Danau Poso, dan danau-danau yang berada dalam kompleks Danau Malili (Matano, Mahalona, Towuti, Masapi, dan Lantoa). Akibatnya, kawasan Kompleks Danau Malili kaya akan biota endemik yang tidak ditemukan di danau-danau lain. (*)

#Kompleks Danau Malili #Sulawesi Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesiaku
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Spesies baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah. Nama diambil dari tokoh adat Pamona, Pendeta Yombu Wuri.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Indonesia
1.254 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng, Tiap KK Terima Duit Perbaikan Segini dari Negara
BNPB menyiapkan bantuan stimulan Rp15 juta hingga Rp60 juta untuk rumah rusak akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi jadi wilayah terdampak terparah.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
1.254 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng, Tiap KK Terima Duit Perbaikan Segini dari Negara
Indonesia
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6).
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Indonesia
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Guncangan Terasa di Seluruh Sulawesi Tengah
Warga di Palu, Sigi, Donggala, hingga Tojo Una-Una merasakan guncangan cukup kuat dan memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Guncangan Terasa di Seluruh Sulawesi Tengah
Indonesia
3 Desa di Donggala Sulteng Diterjang Banjir, Jembatan Putus
Saat ini, BPBD masih melakukan proses pendataan. Matoritas warga masih mengungsi secara mandiri di rumah-rumah kerabat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
3 Desa di Donggala Sulteng Diterjang Banjir, Jembatan Putus
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Perkuat Respons KLB Malaria di Parigi Moutong
Lonjakan kasus malaria yang kembali terjadi setelah daerah tersebut sempat dinyatakan eliminasi pada 2024 itu harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 04 September 2025
DPR Desak Pemerintah Perkuat Respons KLB Malaria di Parigi Moutong
Indonesia
Gempa Dangkal Parigi Moutong Terasa Hingga Palu dan Poso, BKMG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menyatakan berdasarkan hasil pemutakhiran yang diperbaru gempa berkekuatan magnitudo M 4,8 itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 September 2025
Gempa Dangkal Parigi Moutong Terasa Hingga Palu dan Poso, BKMG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gempa M 5,0 Landa Parigi Moutong Sulteng Pagi Tadi, Sekolah Langsung Diliburkan
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong langsung memulangkan siswa-siswi SD dan SMP saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 September 2025
Gempa M 5,0 Landa Parigi Moutong Sulteng Pagi Tadi, Sekolah Langsung Diliburkan
Indonesia
Jakarta dan Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pangan hingga Layanan Digital
Pemprov DKI terbuka untuk menjalin kerja sama di bidang pertanian dan perikanan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Agustus 2025
Jakarta dan Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pangan hingga Layanan Digital
Bagikan