MerahPutih.com - Kompleks Danau Malili Luwu Timur, Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan biota alam yang luar biasa. Tercatat sedikitnya 19 spesies ikan dan 15 udang langka yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi manapun selain kawasan danau purba yang terbentuk sejak era prasejarah jutaan tahun lampau itu.
Demi menjaga ekosistem dari kepunahan, Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FPKDM) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggelar Festival Kompleks Danau Malili 2018 selama 3 hari, 29 April sampai 1 Mei mendatang. "Festival ini kami gelar dalam rangka peringatan Hari Bumi dan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Luwu Timur pada 2018," kata Ketua FPKDM Kabupaten Luwu Timur Zainuddin di Makassar, Senin (23/4).
Festival ini akan dimulai dengan Aksi Bersih 3 Danau Purba yang dilakukan secara serentak dan bersamaan di 3 danau yaitu Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti. Diharapkan kegiatan ini menggugah kepedulian masyarakat terhadap pentingnya 3 danau purba yang ada di Kabupaten Luwu Timur.
Menurut Zainduddin, fokus dan tema utama festival berbuat nyata demi penyelamatan Daerah Tangkapan Air (DTA) Kompleks Danau Malili, Penyelamatan Danau dan Keanekaragaman Hayatinya. "Target peserta yang akan terlibat pada aksi bersih danau ini hanya 150 orang," tegas dia, dilansir Antara.
Para peserta akan terlibat dalam aksi Penanaman 150 Pohon, Lomba Foto Selfie/Wefie Danau, Pameran Foto dan Coaching Foto Lingkungan/Keanekaragaman Hayati, Diskusi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Cicip Kopi Gratis 150 gelas, Panggung Seni Penyelamatan Danau, dan Sarasehan Membangun Aksi Bersama Perlindungan Danau dan Keanekaragaman Hayati.
FPKDM tutur berkerja sama dengan Perkumpulan Wallacea, Forum Komunikasi kehutanan Masyarakat (FKKM), Burung Indonesia, Critical Ecosistem Partnership Fund (CEPF), Pemkab Luwu Timur, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2014 menyebutkan ada sekitar 69 jenis tumbuhan, hewan, maupun biota perikanan yang hidup di kawasan Danau Malili. Dari jumlah itu, terdapat 29 jenis ikan endemik dan 15 jenis udang air tawar, 12 moluska endemik, dan 7 jenis tanaman endemik khas Danau Malili yang tidak bisa ditemukan hidup di wilayah lain. Namun, sayang kondisi itu sudah berubah.
Berdasarkan kerja sama riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Tadulako Palu dan Wisconsin University Amerika Serikat serta Simon Fraser University Kanada menemukan beberapa ikan endemik dari kompleks Danau-danau Malili di Sulawesi Tengah mulai menghilang. Biota endemik itu yang mulai hilang itu Xenopoecilus sarasinorum dari Danau Lindu dan ikan moncong bebek (Adrianichthys kruyti) dari Danau Poso.
Danau-danau di wilayah Sulawesi Tengah memiliki keunikan tersendiri dalam proses terbentuknya. Kesemuanya berawal dari proses pergeseran kerak bumi dan pengangkatan dasar laut selama beribu hingga berjuta tahun lalu.
Proses evolusi itu yang akhirnya membentuk kontur Danau Lindu, Danau Poso, dan danau-danau yang berada dalam kompleks Danau Malili (Matano, Mahalona, Towuti, Masapi, dan Lantoa). Akibatnya, kawasan Kompleks Danau Malili kaya akan biota endemik yang tidak ditemukan di danau-danau lain. (*)