Puskep UI Jelaskan Alasan Etanol 3,5 Persen Tidak Berbahaya untuk Mesin, Klaim Penolakan SPBU Swasta Terkesan Berlebihan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 03 Oktober 2025
Puskep UI Jelaskan Alasan Etanol 3,5 Persen Tidak Berbahaya untuk Mesin, Klaim Penolakan SPBU Swasta Terkesan Berlebihan

Ilustrasi. ANTARA/HO-Pertamina

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pusat Kajian Ketahanan Energi Untuk Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (Puskep UI) menegaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan praktik yang umum dan bahkan mencapai kadar 5 persen, 8 persen, hingga 10 persen di banyak negara.

Lebih dari sekadar kelaziman, keberadaan etanol ini dinilai sangat positif bagi lingkungan karena efektif dalam mereduksi emisi karbon.

Direktur Eksekutif Puskep UI, Ali Ahmudi, menjelaskan di Jakarta bahwa praktik ini sudah lazim dan memberikan dampak yang sangat baik bagi lingkungan dengan mengurangi emisi karbon.

"Itu sudah lazim dipakai dan berpengaruh sangat baik untuk lingkungan, mereduksi emisi karbon, di Eropa mereka biasa gunakan 5-8 persen. Di Amerika dan Australia begitu juga. Karena ada beberapa tujuan lain, tidak semata-mata kepentingan bisnis, namun agar mengurangi minyak dari fosil,” ujar Ali dikutip Antara, Jumat (3/10).

Baca juga:

Kata Pertamina Soal Kandungan Etanol Yang Bikin SPBU Batal Beli Base Fuel BBM

Menurut Ali, perusahaan energi global pun berbondong-bondong terlibat dalam transisi energi untuk menekan emisi dan memitigasi pemanasan global (global warming). Langkah ini, salah satunya, diwujudkan melalui penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

"Jadi ini sudah global, bukan lagi lokal dan regional. Dan itu dilakukan oleh Shell, Total, BP di luar negeri. Hampir semuanya,” tambahnya.

Oleh karena itu, Ali Ahmudi mempertanyakan alasan di balik penolakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di Indonesia terhadap BBM impor Pertamina yang mengandung etanol 3,5 persen.

Menurutnya, kadar tersebut jauh di bawah ambang batas yang digunakan di negara lain dan sangat aman untuk mesin kendaraan bermotor, terutama model-model terbaru yang memang dirancang lebih adaptif dan ramah lingkungan.

“Apalagi kendaraan 2010-an ke sini sudah relatif ramah lingkungan, teknologinya rata-rata sudah adaptif. Sudah dipersiapkan untuk itu. Justru di berbagai negara, jauh di atas 3,5 persen. Makanya kalau sebesar itu (kandungan etanol 3,5 persen) tidak masalah,” ujarnya.

Baca juga:

Etanol Ditolak Badan Usaha Swasta, ini nih Regulasi Pemakaiannya dalam Kandungan BBM di Indonesia

Ali berpendapat bahwa jika alasan penolakan utama (major) berorientasi pada ketakutan akan kerusakan kendaraan konsumen, ini terkesan terlalu mutlak. Sementara alasan sekunder (minor) diyakini Ali hanya sebagai upaya mencari-cari alasan oleh pihak SPBU swasta. Ia juga mengharapkan masyarakat mendapatkan edukasi yang benar, terutama di era media sosial saat ini.

"Padahal, apa yang mereka pahami (termasuk soal etanol) belum tentu benar,” ucap dia.

Sebelumnya, Vivo dan BP-AKR sempat menyetujui, namun kemudian membatalkan, rencana pembelian BBM impor dari Pertamina dengan alasan kandungan etanol 3,5 persen tersebut.

#Etanol #BBM #Bahan Bakar Minyak #SPBU #SPBU Swasta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Diketahui, pada 1994, Presiden ke-2 RI Soeharto meresmikan kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Indonesia
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Berdasarkan proyeksi Badan Pangan Nasional, produksi beras Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, atau relatif setara dengan capaian produksi tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Indonesia
Mandatori Bioetanol E10 Berlaku 2028, Toyota Langsung Tancap Gas Investasi
Sebagai stimulus, pemerintah menjanjikan insentif khusus bagi investor yang bersedia membangun pabrik etanol di dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Mandatori Bioetanol E10 Berlaku 2028, Toyota Langsung Tancap Gas Investasi
Indonesia
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Shadiq mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur distribusi energi di daerah terdampak bencana
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Indonesia
Buruan Cek, BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Turun Harga per Januari 2026
PT Pertamina kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berlaku mulai hari ini, Kamis (1/1).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Buruan Cek, BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Turun Harga per Januari 2026
Indonesia
Update Harga BBM 1 Januari 2026: Pertamina, Shell, BP, Vivo Kompak Turun
Pertamax jadi Rp12.350, Dexlite turun drastis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Update Harga BBM 1 Januari 2026: Pertamina, Shell, BP, Vivo Kompak Turun
Indonesia
Tembus Jalur Terdampak Bencana, Pertamina Berhasil Pasok BBM ke 4 SPBU Bener Meriah Aceh
Pertamina berhasil memasok BBM ke empat SPBU Bener Meriah, Aceh. Distribusi dilakukan ke wilayah terdampak bencana, meski belum sepenuhnya pulih.
Soffi Amira - Minggu, 28 Desember 2025
Tembus Jalur Terdampak Bencana, Pertamina Berhasil Pasok BBM ke 4 SPBU Bener Meriah Aceh
Indonesia
Update Terbaru Harga BBM Akhir Desember 2025: Cek Perbandingan Harga Pertamina, Shell, BP Hingga Vivo
Tidak hanya Pertamina, operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga terpantau mempertahankan harga lama
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Desember 2025
Update Terbaru Harga BBM Akhir Desember 2025: Cek Perbandingan Harga Pertamina, Shell, BP Hingga Vivo
Indonesia
Pertamina Optimalkan Moda Suplai Darurat, Canting dan SPBU Mobile Jadi Pahlawan Warga Terdampak Banjir
Inisiatif Pertamina Mobile SPBU juga dioperasikan di SPBU 11.201.106 Polonia, Kota Medan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Pertamina Optimalkan Moda Suplai Darurat, Canting dan SPBU Mobile Jadi Pahlawan Warga Terdampak Banjir
Indonesia
BBM ke Sibolga Dipercepat, Pertamina Aktifkan 5 SPBU 24 Jam Bebas Barcode
Kebijakan bebas barcode ini diterapkan untuk memperlancar proses pengisian BBM
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Desember 2025
BBM ke Sibolga Dipercepat, Pertamina Aktifkan 5 SPBU 24 Jam Bebas Barcode
Bagikan