Buntut Arahan Menteri Bahlil, Pertamina Patra Niaga Pasok 100 Ribu Barel BBM ke SPBU Vivo
SPBU Vivo. (Foto: Instagram/spbuvivo)
Merahputih.com - Pertamina Patra Niaga memasok 100 ribu barel Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo. Penyaluran ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan Business to Business (B2B) untuk memenuhi kebutuhan pasokan BBM di pasar domestik.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pasokan ini ditujukan untuk SPBU-SPBU yang dioperasikan oleh Vivo. Sebelumnya, pada tahap awal, Pertamina juga telah menyalurkan 100 ribu barel BBM kepada PT APR (BP-AKR).
“Penyaluran pasokan BBM untuk BU Swasta Vivo ini sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU Vivo, setelah sebelumnya pada tahap pertama juga telah disalurkan pasokan BBM kepada PT APR (BP-AKR) sebanyak 100 MB,” ujar Roberth MV Dumatubun dikutip Antara, Senin (24/11).
Baca juga:
Revvo 92 Turun Jadi Rp12.680 Per Liter, Berikut Rincian Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo
Kolaborasi B2B Menjaga Ketahanan Energi Nasional
Langkah Pertamina ini adalah tindak lanjut dari arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan pasokan BBM bagi badan usaha (BU) swasta yang kuota impornya telah habis.
Dalam upaya menjaga pasokan BBM untuk masyarakat, Pertamina Patra Niaga berkomitmen pada transparansi dan praktik Good Corporate Governance (GCG). Bantuan pasokan kepada Vivo ini memungkinkan mereka untuk kembali mendistribusikan energi dan melayani masyarakat.
Roberth menegaskan bahwa kolaborasi dengan badan usaha swasta, termasuk Vivo, menjadi bukti konkret bahwa menjaga ketahanan energi nasional adalah upaya kolektif dan kerja sama seluruh pihak.
Proses kolaborasi pasokan ini dilaksanakan secara ketat melalui mekanisme compliance dan governance B2B. Tahapan yang dilalui meliputi negosiasi volume permintaan, pelaksanaan tender supplier dengan aspek GCG, konfirmasi berulang dengan Vivo, pelaksanaan join surveyor, negosiasi aspek komersial secara open book, hingga akhirnya proses bongkar dan penyaluran ke masyarakat.
Baca juga:
Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.127 Triliun, Laba Bersih Rp 54 Triliun
Roberth menambahkan, komoditas BBM yang dipasok kepada Vivo telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh Vivo, sejalan dengan komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah.
“Bagi kami pemenuhan energi untuk masyarakat adalah prioritas utama, energi adalah penggerak produktivitas kehidupan masyarakat. Kami akan terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat demi ketahanan energi nasional,” kata dia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Sentil Dirut Pertamina jangan Korupsi
Prabowo Siap Resmikan Kilang Raksasa Pertamina di Balikpapan, Klaim Produksi BBM Dalam Negeri Lebih Efisien
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Mandatori Bioetanol E10 Berlaku 2028, Toyota Langsung Tancap Gas Investasi
Venezuela Diserang AS, Pertamina Langsung Koordinasi dengan KBRI untuk Pastikan Keselamatan Aset Migas yang Terancam
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Buruan Cek, BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Turun Harga per Januari 2026
Update Harga BBM 1 Januari 2026: Pertamina, Shell, BP, Vivo Kompak Turun