Banyuwangi, Bumi Blambangan

Seteru VOC Terhadap EIC di Puputan Bayu

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 16 September 2018
Seteru VOC Terhadap EIC di Puputan Bayu

Lukisan yang mengisahkan Puputan Bayu. (Foto/jejaktapak.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PULUHAN ribu prajurit Blambangan bergerak menuju arena pertempuran. Mereka berseru-seru dengan semangat, membawa apa saja yang bisa digunakan sebagai senjata. Tekad mereka bulat, gugur di medan daripada menyerah kepada VOC.

Pertempuran ini kelak dikenal dengan Puputan Bayu atau perang habis-habisan membela tanah air. Sejarah mencatat kejadian terjadi pada 18 Desember 1771.

Pangeran Jagapati yang memimpin perang berada di barisan terdepan. Sesampainnya di area palagan, kedua pihak saling mengerahkan pasukan. Banyak korban berjatuhan di kedua pihak. Perang ini tercatat sebagai perseteruan paling banyak memakan korban selama VOC berada di Nusantara.

Courtesy film Puputan (Foto/Harianjambi.com)
Courtesy film Puputan (Foto/Harianjambi.com)

"Puputan Bayu di Banyuwangi adalah peperangan paling menegangkan, paling kejam, dan paling banyak memakan korban dari semua peperangan yang pernah dilakukan VOC atau Belanda di Indonesia," tulis Cornelis Lekkerkerker dalam Balambangan, Indische Gids II.

Dalam perang tersebut, VOC menurunkan sekitar 10 ribu prajurit dengan senjata lengkap nan canggih. Diperkirakan, sekitar 8 ton emas dihabiskan pihak Belanda untuk mendanai perang tersebut. Pengucuran pasukan dan dana besar VOC tak sia-sia,. Mereka berhasih menumpas habis hampir semua prajurit Blambangan.

Tercatat, lebih dari 60 ribu prajurit Blambangan menjadi korban, baik tewas, melarikan diri, atau hilang tanpa jejak. Thomas Stamford Raffles dalam The History of Java menyebut Blambangan yang dihuni lebih dari 80.000 orang menyusut menjadi 8.000 jiwa usai perang tersebut.

Pangkal Mula Puputan Bayu

Jauh sebelum perang ini pecah, sebenarnya belanda telah menguasai daerah ini lewat sebuah perjanjian dengan Kasunanan Kartasura. Sri Susuhunan Pakubuwana II yang menjadi raja terakhir membuat kesepakatan dengan Gubernur Jenderal Baron van Imhoff.

Dalam perjanjiannya, Pakubuwana IIharus menyerahkan wilayah kekuasaan Mataram di Jawa bagian timur, dimulai dari Pasuruan hingga Blambangan, juga sebagian wilayah Madura. Sebagai kompensasi, VOC memberikan “uang sewa” kepada PB II sebesar 20 real setiap tahun.

Belanda yang mengetahui bahwa Blambangan sebenarnya bukan termasuk wilayah yang diprakasai Kasunanan Kartasura diam cuek. Hal ini terjadi karena mereka tak begitu tertarik dengan daerah itu. Blambangan sendiri sejatinya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Mengwi karena lokasinya yang memang tidak terlalu jauh dari Bali.

Matraman yang satu pulau dengan Blambangan dicap langsung milik mereka dan Kerajaan Mengwi tak banyak protes dengan hal itu.

Ulah Polisi Inggris

Seiring berjalannya waktu, Mengwi yang mendapat keuntungan besar dari wilayah itu mulai mengatur siasat untuk merebut kembali daerahnya. Melalui polisi Inggris mereka mulai menjalankan strateginnya.

Inggris di beri izin Mengwi untuk mendirikan kantor dagang di Ulu Pampang, kota pelabuhan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Blambangan sebelum runtuh pada 1580. Kantor tersebut subur dan ramai pada masanya.

VOC yang sudah mengusai daerah itu lewat perjanjian merasa iri. Niat tak memprioritaskan Blambangan lampau berputar 180 derajat. Melihat keramaian dan dominasi Inggris, pada Agustus 1766 VOC melakukan patroli laut di Selat Bali dan sekitarnya guna menangkap kapal-kapal Inggris.

Akibat patroli tersebut daerah Blambangan menjadi kacau panik. VOC terpaksa mengirimkan ekspedisi militer ke Blambangan. "Pimpinan Erdwijn Blanke mengutus sebanyak 335 serdadu Eropa, 3000 laskar Madura dan Pasuruan, 25 kapal besar dan sejumlah yang kecil lainnya ke Blambanga," tulis Sudjana.

Kejadian berlanjut hingga VOC melancarkan serangan ke Blambangan. Pribumi yang sangat membenci orang asing itu melakukan banyak perlawanan. Belanda dengan digdayanya tak bisa dipukul mundur. Akhirnya masyarakat yang harus meninggalkan daerah tersebut.

Kebanyakan mereka berpindah ke Bayu, suatu daerah yang terletak di kaki Gunung Raung yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Dari sinilah nantinya prajurit Blambangan melakukan serangan habis-habisan yang dikenal dengan nama Puputan Bayu. (*)

Baca Juga: Sejarah Asal Mula Orang Osing Banyuwangi

#Banyuwangi, Bumi Blambangan #Blambangan #VOC #Inggris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
U-Boat Jerman Era Perang Dunia II Ditemukan, 82 Tahun Terbenam di Dasar Laut
U-boat itu sengaja ditenggelamkan oleh 52 awaknya, yang semuanya selamat.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 U-Boat Jerman Era Perang Dunia II Ditemukan, 82 Tahun Terbenam di Dasar Laut
Fun
Mendadak Kaya Raya, Seorang Pensiunan Jual Koleksi Kartu Pokemon Seharga Rp 31,2 Miliar
Lelang kartu permainan (trading cards) ini diklaim paling bernilai yang pernah ada di Inggris.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Mendadak Kaya Raya,  Seorang Pensiunan Jual Koleksi Kartu Pokemon Seharga Rp 31,2 Miliar
Olahraga
Prediksi Kroasia vs Inggris di UEFA Nations League, Siapa Menang?
Prediksi Kroasia vs Inggris di UEFA Nations League. Simak performa, head to head, susunan pemain, hingga prediksi skor duel kedua tim.
ImanK - Sabtu, 03 Oktober 2026
Prediksi Kroasia vs Inggris di UEFA Nations League, Siapa Menang?
Olahraga
Ceko vs Inggris di UEFA Nations League: Analisis Lengkap, Head to Head Hingga Prediksi Pemain dan Skor
Cari prediksi Ceko vs Inggris UEFA Nations League 2026-27? Cek analisis taktik, head to head, statistik, hingga susunan pemain di laga krusial ini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Ceko vs Inggris di UEFA Nations League: Analisis Lengkap, Head to Head Hingga Prediksi Pemain dan Skor
Olahraga
Ceko vs Inggris: Prediksi, Jadwal, Susunan Pemain, dan Live Streaming
Prediksi Ceko vs Inggris di UEFA Nations League 2026/2027, lengkap dengan jadwal, susunan pemain, live streaming, dan prediksi skor.
ImanK - Senin, 28 September 2026
Ceko vs Inggris: Prediksi, Jadwal, Susunan Pemain, dan Live Streaming
Olahraga
Link Live Streaming Inggris vs Spanyol UEFA Nations League: Misi Balas Dendam di Wembley!
Mau nonton duel seru? Dapatkan link live streaming Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League malam ini, lengkap dengan prediksi skor, H2H, dan susunan pemain.
Angga Yudha Pratama - Minggu, 27 September 2026
Link Live Streaming Inggris vs Spanyol UEFA Nations League: Misi Balas Dendam di Wembley!
Olahraga
Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League: Analisis Lengkap, Head to Head Hingga Prediksi Pemain dan Skor
Cari prediksi Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League 2026? Cek bocoran susunan pemain, rekor head-to-head, jadwal siaran langsung, dan peluang menang The Three Lions lawan juara dunia di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League: Analisis Lengkap, Head to Head Hingga Prediksi Pemain dan Skor
Olahraga
Inggris vs Spanyol: Duel Ulangan Final Euro 2024, Mampukah The Three Lions Revans?
Simak prediksi duel seru Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League lengkap dengan head to head dan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Jumat, 25 September 2026
Inggris vs Spanyol: Duel Ulangan Final Euro 2024, Mampukah The Three Lions Revans?
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Dunia
6 Tahun Pengasingan Diri Pangeran Harry-Megan Markle Berakhir, Kini Menetap Lagi di Inggris
Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali tinggal di Inggris bersama Archie dan Lilibeth setelah enam tahun di AS.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
6 Tahun Pengasingan Diri Pangeran Harry-Megan Markle Berakhir, Kini Menetap Lagi di Inggris
Bagikan