PT KAI Diminta Evaluasi Total Sistem Kendali Kereta Usai Insiden di Bekasi Timur

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
PT KAI Diminta Evaluasi Total Sistem Kendali Kereta Usai Insiden di Bekasi Timur

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTAR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Insiden kecelakaan kereta api antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur memicu reaksi keras dari DPR RI terkait sistem keselamatan perkeretaapian nasional.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menuntut evaluasi total terhadap integrasi pusat kendali perjalanan guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Baca juga:

Update Terbaru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 107 Korban, 16 Meninggal Dunia

Urgensi Integrasi Kendali Antaroperator

Andi Iwan Darmawan Aras menyoroti tumpang tindihnya koordinasi pada jalur yang melayani berbagai jenis layanan kereta. Menurutnya, insiden di Bekasi Timur menjadi bukti nyata bahwa komunikasi antar pusat kendali belum menyatu secara sempurna.

Jalur rel yang padat menuntut ketepatan sistem persinyalan yang mampu mendeteksi setiap pergerakan secara real-time.

“Informasi harus terintegrasi. Integrasikan komunikasi pusat kendali jalur kereta, khususnya yang layanannya berbeda atau tidak sejenis, karena sepertinya koordinasi masih berjalan sendiri-sendiri,” tegas Iwan Aras dalam pernyataan resminya, Rabu (29/4).

Politisi asal Sulawesi Selatan ini menambahkan bahwa evaluasi tidak boleh sekadar mencari kesalahan teknis individu atau kru lapangan.

PT KAI wajib membedah sistem persinyalan dan prosedur penghentian darurat agar mampu menghadapi kondisi gangguan berlapis di koridor lalu lintas yang sangat padat.

Pengawasan Ketat dan Penataan Ruang Jalur

Selain masalah teknis, Komisi V DPR RI menekankan pentingnya respons terpadu saat terjadi gangguan di jalur aktif. Mekanisme proteksi harus bekerja secara otomatis untuk menghentikan seluruh layanan kereta hingga penanganan insiden selesai secara tuntas. Hal ini bertujuan agar gangguan kecil tidak bereskalasi menjadi kecelakaan besar yang fatal.

“PT KAI harus mampu menyiapkan sistem komunikasi dan pengendalian secara terintegrasi sehingga dapat mengontrol setiap pergerakan kereta, meski berbeda layanan,” tambah Iwan.

Baca juga:

Komisi V DPR Soroti Pintu Perlintasan Manual dan Masalah Sinyal di Tabrakan Kereta Bekasi

Masalah penataan ruang di sepanjang jalur rel juga menjadi catatan penting. Aktivitas masyarakat yang tidak terkendali serta keberadaan akses tidak resmi memperbesar risiko ancaman keamanan operasional.

Guna mendalami masalah ini, Komisi V berencana memanggil PT KAI dan Kementerian Perhubungan untuk memberikan klarifikasi serta pertanggungjawaban dalam fungsi pengawasan keselamatan publik.

#Kecelakaan #Kecelakaan Maut #Kecelakaan Fatal #Kecelakaan Kereta #PT KAI #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Komisi XII DPR Bahas Program Kompor Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Komisi XII DPR Bahas Program Kompor Listrik
Berita Foto
Aksi Mahasiswa UMT Gelar Aksi Demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR Jakarta
Aksi unjuk rasa Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang di Gerbang Pancasila, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Aksi Mahasiswa UMT Gelar Aksi Demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR Jakarta
Berita Foto
Raker Menpora Erick Thohir Bahas Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat mengikuti Raker dengan Komisi X DPR, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Menpora Erick Thohir Bahas Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Berita Foto
Raker Perdana Kepala BGN Naniek S Deyang dengan Komisi IX DPR Bahas RKA 2027
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S.Deyang saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Perdana Kepala BGN Naniek S Deyang dengan Komisi IX DPR Bahas RKA 2027
Indonesia
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) mengungkap latar belakang di balik mundurnya ratusan kepala sekolah dari jabatannya secara massal.
Frengky Aruan - Senin, 15 Juni 2026
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
ShowBiz
Penyanyi Oliver Tree Meninggal Dunia, Alami Kecelakaan Helikopter di Brasil
Polisi mengatakan nama penyanyi dan komedian asal Amerika, Oliver Tree, tercantum dalam daftar penumpang yang diserahkan kepada otoritas penerbangan.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Penyanyi Oliver Tree Meninggal Dunia, Alami Kecelakaan Helikopter di Brasil
Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Bagikan