PSI DKI Kritik Anies yang Minta Pertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 22 Desember 2023
PSI DKI Kritik Anies yang Minta Pertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan memberi keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (20/12/2023). ANTARA/Khaerul Izan.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik pernyataan calon presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan yang tetap ingin mempertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengatakan, apa yang diutarakan Anies tidak sejalan dengan apa yang telah dilakukannya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:

Dapat Dukungan Jusuf Kalla, Anies: Amanat Besar

Menurutnya, perpindahan Ibu Kota Negara ke IKN Nusantara, Kalimantan sudah menjadi amanat Undang-Undang (UU) dan harus dilaksanakan.

"Jadi tidak relevan kalau Pak Anies mempertahankan Jakarta jadi Ibu Kota. Toh, pada saat menjabat Jakarta tidak menjadi lebih baik," ucap August di Jakarta, Jumat (22/12).

Ia pun membeberkan, beberapa kinerja Aniea yang tidak teralisasi atau belum terlaksana. Salah satu janji kampanye normalisasi, membuat sodetan, dan sumur resapan atau drainase vertikal. Namun, ada program belum rampung, seperti normalisasi sungai.

Belum lagi program rumah Down Payment (DP) 0 rupiah. Anies menyebut target pembeli rumah ini sudah tidak lagi kalangan menengah ke bawah karena adanya syarat pasangan pembeli harus punya pendapatan minimal Rp 14 juta.

Baca Juga:

Jusuf Kalla Dukung Anies-Muhaimin

"Belum lagi program pembentukan wirausaha baru, yakni Jakpreneur. Anies saat kampanye berjanji melahirkan 250 ribu wirausaha tapi nyatanya sampai akhir jabatan hanya ribuan orang yang dapat akses permodalan,"urainya.

August mengatakan harusnya perpindahan IKN didukung agar ada pemerataan ekonomi di luar pulau jawa, dan mengembangkan daerah lain. Selain itu, meski tidak lagi jadi Ibu Kota Negara, Jakarta tetap menjadi epicentrum bisnis Indonesia.

"Meski Jakarta sudah tidak lagi jadi Ibu Kota, dia bisa bangkit dan lebih maju jika dipimpin oleh pemimpin yang tepat dan tegas dan berorientasi pada kesejahteraan warganya," tegas August. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Golkar Mendukung Anies di Pilpres 2024

#PSI #Anies Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harusnya memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap kondisi infrastruktur jalanan di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Polisi segera mengambil tindakan tegas dengan menyeret dua orang terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Indonesia
22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat
Sebanyak 22 ribu anak di Jakarta Utara putus sekolah. DPRD DKI pun meminta Pemprov bisa bertindak cepat mengatasi masalah tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan