Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

PSBB Diberlakukan, PWI Keluarkan Prosedur Jurnalis Meliput COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2020
PSBB Diberlakukan, PWI Keluarkan Prosedur Jurnalis Meliput COVID-19

Antispasi virus corona. (Ant)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Persatuan Wartawan Indonesia menilai wartawan yang akan meliput COVID-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pandemi tersebut.

Ketua Umum PWI Atal Depari mengatakan, setelah melihat perkembangan di lapangan, terutama setelah pemerintah mengeluarkan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mesti ada perlindungan untuk wartawan sekaligus keselamatan publik.

Baca Juga

2 WNI Positif Corona Warga Depok, Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso

Wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan COVID-19 dilarang melakukan liputan. Hal itu, terangkum dalam Panduan Peliputan Wabah COVID-19 yang dikeluarkan PWI Pusat pada Selasa (7/4).

Panduan ini dibuat khusus untuk para wartawan, sehingga ruang lingkupnya pun lebih ditujukan kepada kepentingan wartawan. Selain itu, panduan tersebut juga dibuat dengan struktur dan bahasa yang ringkas sehingga mudah dipahami oleh para wartawan.

“Tetapi tetap mencakup semua yang terkait peliputan wabah COVID-19,” kata Atal dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Panduan itu terdiri dari 12 poin di antaranya mengatur wartawan tidak datang meliput langsung kasus COVID-19 ke rumah sakit, kecuali ada kepentingan publik yang luar biasa besar dan wartawan tidak masuk ke kamar jenazah yang menjadi tempat korban COVID-19.

Ilustrai. (pixabay/Engin_Akyurt)

Untuk kasus yang sangat mendesak dan memiliki kandungan kepentingan publik yang besar, wartawan minimal berada 10 meter dari area kamar jenazah. Untuk menghindari penyebaran, wartawan diminta mengikuti ketentuan-ketentuan dan pedoman yang dikeluarkan pemerintah. Seperti selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

”Wartawan juga kami minta mematuhi semua peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ucap Atal Depari.

Menurut Atal, panduan ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak mewabahnya Covid-19, tetapi panduan baru disahkan saat ini bertujuan menampung berbagai persoalan mutakhir yang muncul dalam peliputan.

Ketua tim perumusan Panduan Peliputan Wabah COVID-19, Wina Armada Sukardi, menyebut panduan ini juga menjelaskan tata cara mengutip informasi dari teknologi informasi.

Baca Juga

Virus Corona Sudah Masuk Indonesia, Jokowi: 2 Orang Positif

Seperti posting-an dari pasien COVID-19 di media sosial boleh dikutip wartawan sepanjang sudah terverifikasi keakuratannya. "Juga tidak mengandung unsur kengerian, fitnah, dan menyebut sumber yang jelas," kata Wina.

Wina menjelaskan tata cara pemakaian drone. Dia menyebut penggunaan drone tidak boleh mengganggu ketenangan pasien dan dokter yang menangani kasus COVID-19. "Untuk ketinggian tertentu harus mendapat izin dari otoritas di bidang ini," ucap Wina. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan