Promosi Tipis-Tipis, ‘KPop Demon Hunters’ Hadirkan Budaya Korea ke Layar Global

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 09 Juli 2025
Promosi Tipis-Tipis, ‘KPop Demon Hunters’ Hadirkan Budaya Korea ke Layar Global

Gat, salah satu simbol budaya Korea yang hadir di 'KPop Demon Hunters'.(foto: IMDB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — GIMBAP, hanbok, hingga gat mendadak jadi perhatian global. Simbol budaya Korea Selatan tersebut makin dikenal dunia internasional lewat sebuah film animasi laris Netflix, KPop Demon Hunters.

KPop Demon Hunters merupakan film animasi berbahasa Inggris dengan latar cerita K-pop yang telah menjadi fenomena global. Film animasi ini menempati peringkat satu dalam daftar film global Netflix. Meski merupakan produksi Amerika Serikat oleh Sony Pictures Animation, KPop Demon Hunters mengusung unsur-unsur khas Korea, mulai dari makanan dan bahasa, hingga pakaian tradisional dan tulisan dalam aksara Korea. Hal ini memperkenalkan budaya Korea kepada penonton internasional dengan cara yang segar.

Film ini mengikuti kisah tiga superstar K-pop, Rumi, Mira, dan Zoey. Mereka diam-diam melindungi dunia di balik gemerlap karier mereka sebagai idol. Sebagai anggota grup fiksi Huntrix, ketiganya harus berhadapan dengan grup cowok antagonis bernama The Saja Boys. Perjalanan mereka menggambarkan tema-tema seperti persahabatan, pertumbuhan, dan kepercayaan, dibalut dengan musik yang penuh semangat serta adegan aksi yang dinamis.

Menurut Netflix, kesuksesan global KPop Demon Hunters membuktikan sebuah cerita yang hebat dapat melampaui batas bahasa, budaya, dan format. Seorang perwakilan Netflix, dikutip The Korea Times, mengatakan perpaduan mulus antara tradisi Korea dan estetika K-pop modern menjadikan film ini sebagai animasi yang dirancang dengan baik dan memiliki daya tarik universal.

Uniknya nih, KPop Demon Hunter mendapat pujian karena secara autentik menggambarkan budaya fandom dan industri idola K-pop. Dalam film, para penggemar melambaikan banner slogan dan merekam tantangan dance, sedangkan para idol dengan terbuka menunjukkan kasih sayang mereka kepada penggemar, elemen yang sangat akrab bagi audiens K-pop di seluruh dunia.

Baca juga:

Film Animasi Musikal 'KPop Demon Hunters': Ketika Idol K-Pop Jadi Pembasmi Iblis



Di luar dunia musik, KPop Demon Hunters juga menampilkan simbol-simbol budaya Korea seperti gimbap, hanbok, dan gat, penutup kepala tradisional Korea. Beberapa tanda ditampilkan dalam tulisan atau istilah Korea, seperti grup utama yang menyebut rival mereka sebagai hoobae, istilah Korea yang berarti ‘junior’.

Rupanya, detail-detail budaya seperti ini turut mendorong popularitas film tersebut. “Sama seperti K-pop dan K-beauty, apa pun yang diawali dengan huruf ‘K’ tampaknya langsung menarik perhatian penonton Amerika saat ini. Melihat hal ini membuat saya bangga dengan sejauh apa budaya Korea telah berkembang, dan menginspirasi saya untuk menciptakan film ini,” kata sutradara Maggie Kang.

Meskipun konten bertema Korea telah sukses secara internasional sebelumnya, KPop Demon Hunters menonjol karena menyampaikan cita rasa budaya Korea melalui film berbahasa Inggris yang diproduksi di AS. Kang menyebut ini menjadi bukti betapa kuat dan berkembangnya budaya Korea saat ini, hingga kisah yang sepenuhnya Korea bisa diproduksi perusahaan Amerika.



Bukan yang Pertama



KPop Demon Hunters nyatanya bukan yang pertama. Film animasi ini mengikuti jejak XO, Kitty, serial Netflix berbahasa Inggris yang juga berfokus pada latar dan karakter Korea. Serial produksi 2023 itu menampilkan sekolah internasional di Korea, aktor Korea, dan unsur-unsur tradisional seperti hanbok. Serial ini meraih posisi nomor 2 dalam daftar 10 besar global Netflix untuk serial TV berbahasa Inggris.

Kesuksesan kedua judul ini mengindikasikan bahwa budaya Korea akan tetap menjadi tema utama dalam hiburan global. Namun, untuk mempertahankan minat internasional, para kritikus mengatakan industri perlu terus menghasilkan karya berkualitas tinggi yang membangkitkan rasa ingin tahu tentang kehidupan dan nilai-nilai Korea.

Di sisi lain, KPop Demon Hunters menjadi sinyal perlunya evolusi dalam industri konten Korea sendiri. “Pasarnya sudah berubah. Sekarang kita memiliki sistem dengan perusahaan luar negeri bisa mengambil materi budaya yang sedang tren dan merilisnya secara global,” kata kritikus budaya pop Korea Jung Deok-hyun. Ia menambahkan kreator Korea juga sebaiknya mulai mengeksplorasi cerita-cerita dari budaya lain, seperti Thailand atau India, dan menyajikannya secara autentik ke dunia.

Salah satu contoh yang relevan yakni film animasi AS Kung Fu Panda, yang mendapat pujian atas penggambaran estetika Asia Timur yang kaya, meskipun diproduksi di Barat. Demikian juga, webtoon Naver, For Sita (2014), yang mengeksplorasi mitologi Nepal dan menarik perhatian karena tema uniknya.(dwi)

Baca juga:

Lirik Lagu 'Golden' yang Populer di Film Animasi 'KPop Demon Hunters'

#Film #Netflix #KPop
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Urban Legend Banjar Diangkat Jadi Film Horor, 'Pirunduk' Bawa Kisah Dendam yang Belum Selesai
Pirunduk, film horor yang mengangkat urban legend Banjar, Kalimantan Selatan, tentang arwah gentayangan yang menuntut balas. Tayang 22 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Urban Legend Banjar Diangkat Jadi Film Horor, 'Pirunduk' Bawa Kisah Dendam yang Belum Selesai
ShowBiz
Oki Rengga Hadapi Dilema Aneh di Film 'Gak Ada Matinya', Ayah yang Sudah Meninggal Tiba-tiba Hidup Lagi
Gak Ada Matinya, komedi satir terbaru MD Pictures, mengikuti dilema Oki Rengga saat ayahnya yang dinyatakan meninggal tiba-tiba hidup kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Oki Rengga Hadapi Dilema Aneh di Film 'Gak Ada Matinya', Ayah yang Sudah Meninggal Tiba-tiba Hidup Lagi
ShowBiz
'Days of Thunder' Kembali, Tom Cruise dan Anne Hathaway Siap Bawa Balap NASCAR ke Layar Lebar
Anne Hathaway bergabung dengan Tom Cruise dalam sekuel Days of Thunder. Film balap NASCAR ini dijadwalkan tayang 2 Juni 2028 dalam format IMAX dan premium.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
'Days of Thunder' Kembali, Tom Cruise dan Anne Hathaway Siap Bawa Balap NASCAR ke Layar Lebar
ShowBiz
'Delusion', Serial Thriller Kriminal Thailand Terbaru Netflix yang Padukan Misteri dan Drama Keluarga
Netflix menghadirkan Delusion, serial thriller kriminal Thailand yang memadukan misteri, investigasi, kejahatan, dan drama keluarga. Tayang 24 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
'Delusion', Serial Thriller Kriminal Thailand Terbaru Netflix yang Padukan Misteri dan Drama Keluarga
ShowBiz
Disney Siapkan Film Animasi 'Clay', Kieran Culkin Jadi Pengisi Suara Karakter Utama
Disney menyiapkan film animasi orisinal Clay dengan Kieran Culkin sebagai pengisi suara Flip. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop November 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Disney Siapkan Film Animasi 'Clay', Kieran Culkin Jadi Pengisi Suara Karakter Utama
ShowBiz
Anya Taylor-Joy Kembali ke Netflix, Bintangi Serial 'How to Kill Your Family'
Anya Taylor-Joy akan membintangi How to Kill Your Family di Netflix. Serial delapan episode ini diadaptasi dari novel Bella Mackie dan dijadwalkan syuting Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Anya Taylor-Joy Kembali ke Netflix, Bintangi Serial 'How to Kill Your Family'
ShowBiz
The Flintstones Kembali ke Layar Lebar, Ryan Gosling Jadi Produser
Meski detail plot belum diungkap, film live-action terbaru ini disebut akan memberikan fokus lebih besar
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
The Flintstones Kembali ke Layar Lebar, Ryan Gosling Jadi Produser
Lifestyle
Petualangan Brad Pitt Kembali Perankan Karakter Ikonik Cliff Booth, Bisakah Kembali Berjaya?
Film Once Upon a Time in Hollywood yang dirilis pada 2019, menjadi salah satu karya Tarantino yang mendapat perhatian besar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Petualangan Brad Pitt Kembali Perankan Karakter Ikonik Cliff Booth, Bisakah Kembali Berjaya?
Lifestyle
Begini Film Animasi Bahlil Lahadalia, Di Buka Dengan Jualan Kue Tradisional
Trailer berdurasi lebih dari satu menit itu juga memperlihatkan semangat sang tokoh untuk tetap belajar di tengah aktivitasnya membantu keluarga.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Begini Film Animasi Bahlil Lahadalia, Di Buka Dengan Jualan Kue Tradisional
ShowBiz
Barry Keoghan Kembali Jadi Jonny McGee di Serial Prekuel Top Boy "Jonny Boy"
Aktor Barry Keoghan dikenal melalui film Saltburn dan The Banshees of Inisherin.
Frengky Aruan - Minggu, 30 Agustus 2026
Barry Keoghan Kembali Jadi Jonny McGee di Serial Prekuel Top Boy
Bagikan