Produk Sepatu Asal Jawa Barat Jadi Incaran Pasar Internasional

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 13 Oktober 2021
Produk Sepatu Asal Jawa Barat Jadi Incaran Pasar Internasional

Produk sepatu asal Jawa Barat banyak diminati oleh pasar Internasional (Foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA sangka produk sepatu asal Jawa Barat banyak diminati oleh pasar Internasional. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Atalia menuturkan, bahwa produk sepatu dari Jawa Barat paling diminati oleh konsumen luar negeri. Bahkan, produk dari Garut dan Cibaduyut cukup dikenal di kancah internasional.

Baca Juga:

Perusahaan Ini Kembangkan Sepatu Pintar AI Untuk Tunanetra

"Sesungguhnya yang paling banyak diminati adalah untuk alas kaki. Nah, kita tahu di daerah Cibaduyut, Garut dan sebagainya, alas kaki juga menjadi unggulan. Alas kaki adalah permintaan yang paling tinggi dari luar negeri dan yang kedua adalah fesyen," tutur Atalia, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Produk alas kaki asal Jawa Barat banyak diminati masyarakat baik loka maupun internasional. (Foto: pixabay/freepsdgraphics)

Lebih lanjut Atalia menuturkan produk fesyen asal Jawa Barat memiliki banyak permintaan dari pasar internasional yang meliputi negara-negara Timur Tengah, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Kemudian, tidak hanya produk alas kaki seperti halnya sepatu. Tas buatan Jawa Barat pun banyak dicari oleh pasar internasional. Tas yang diproduksi pun bermacam-macam, dari mulai dengan bahan dasar kulit sapi, kulit domba, kulit kambing, serta tas dari bahan anyaman pandan dan eceng gondok.

Karena itu, Atalia menjelaskan bahwa Jawa Barat punya potensi yang besar untuk produk fesyen. Bahkan provinsi Jawa Barat kerap dianggap selalu menciptakan trend setter.

Baca Juga:

Onic Esports X Brodo Hadirkan Sneakers Edisi Spesial

Selain sepatu, produk tas dari Jawa Barat juga banyak diminati. (Foto: pixabay/heungsoon)

Menurut Atalia, hal tersebut bisa terjadi karena Jawa Barat mempunyai lebih dari 500 perguruan tinggi, dan beberapa di antaranya memang dipersiapkan untuk menjadi wirausaha, atau berkecimpung di industri fesyen.

"Memang mereka mendapatkan pendidikan secara resmi dari sisi bagaimana meningkatkan SDM terkait kewirausahaan seperti kita tahu ada SBM ITB, sekolah tekstil dan sebagainya. Kemudian ada SMK-SMK yang tata busana, jadi mereka dari awal sudah dibina dan dibimbing," jelas Atalia.

Tak hanya itu, sejumlah masyarakat Jawa Barat pun dinilai sudah melek teknologi informasi. Jadi, bisa menyerap berbagai tren yang ada di seluruh dunia. Atalia mengatakan bahwa masyarakat Jawa Barat dikenal kreatif serta berani mengambil tantangan.

"Saya kira ini menjadi satu kesatuan sehingga bagaimana kemudian fesyen Jawa Barat itu dinilai menjadi tren setter itu karena masyarakatnya melek teknologi dan mereka fashionable, jadi senang menggunakan warna-warna dan pakaian yang berbeda-beda," jelasnya. (ryn)

Baca Juga:

Mengulas Sneakers Bareng Ucay Eks Vokalis Rocket Rokers di Kreo Creative Lot

#Fashion #Sepatu #Sepatu Kulit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Adidas mengakui materi promosi yang digunakan tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran di tengah publik.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fun
'Toleranshoes' Bawa Semangat Satu Langkah untuk Merawat Kerukunan, Hasil Kolaborasi 6 Pemuka Agama
Melalui kampanye ini, Aerostreet ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi penghalang untuk berjalan bersama.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
 'Toleranshoes' Bawa Semangat Satu Langkah untuk Merawat Kerukunan, Hasil Kolaborasi 6 Pemuka Agama
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Indonesia
BRIN Buat Sepatu Karet Lokal untuk Sekolah Rakyat, Harga Mulai Rp 75 Ribu
BRIN mengembangkan sepatu karet lokal untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Sepatu berbahan karet produksi lokal ini dibanderol mulai sekitar Rp 75 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Buat Sepatu Karet Lokal untuk Sekolah Rakyat, Harga Mulai Rp 75 Ribu
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Bagikan