Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Primitive Monkey Noose Nyanyikan Lirik Ciptaaan Navicula dalam Single 'Biarlah Terjadi'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Desember 2024
Primitive Monkey Noose Nyanyikan Lirik Ciptaaan Navicula dalam Single 'Biarlah Terjadi'

PMN lepas single terbaru. (foto: dok/PMN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Band asal Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Primitive Monkey Noose (PMN), merilis single berjudul Biarlah Terjadi. Lagu ini diciptakan oleh Gede Robi, front man Navicula, yang kemudian digubah ulang dengan tetap mempertahankan punk rock Banjar sebagai benang merah secara karakter musikal.

View this post on Instagram

A post shared by demajors (@demajorsrecs)

Baca juga:

The Panturas Lanjutkan Perjalanan Lewat EP 'Galura Tropikalia'

Biarlah Terjadi menyampaikan dengan lugas sekaligus sarkas tentang bagaimana seharusnya menyikapi kondisi yang telah dan akan terjadi di lingkungan kita, dan bagaimana seharusnya kebijakan hati yang dimiliki setiap manusia. Hal inilah yang ditangkap, setidaknya oleh PMN, dari lagu ini.

“Bagi si pencipta, mungkin dia ingin menyampaikan beberapa hal lewat liriknya. Bagi kami pesan itu sangat merasuk ke dalam diri, liriknya kuat, pesannya dapat, setidaknya bagi kami,” ungkap vokalis PMN Richie Petroza dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Robi Navicula pun mengapresiasi apa yang dilakukan PMN. “Saya merasa bangga dan tersanjung lagu ciptaan saya dibawakan oleh PMN dengan keren banget,” puji Robi.

Baca juga:

Endah N' Rhesa dan Navicula Rilis Album Kompilasi di Markas Besar PBB

Seperti diketahui, PMN adalah satu-satunya musisi punk rock yang menjadikan alat petik khas Kalimantan Selatan yang bernama panting ke dalam karakter musik mereka, menghasilkan kekhasan yang tidak dimiliki grup musik lain. Sebelumnya, mereka telah merilis dua album mini serta sebuah single, dan juga sering terlihat di berbagai panggung baik di Kalimantan Selatan sendiri maupun di luar.

Mereka berasal dari kota Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Di sudut Kalimantan ini PMN mencoba bergerilya dan menjaga eksistensinya sebagai band kabupaten yang memiliki entitas kuat. (Far)

#Musik #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan