Pria Thailand Dijebloskan ke Penjara Hanya Karena Kalender Bebek Karet
Hanya karena ilustrasi bebek karet di kalender, pengadilan di Thailand jatuhkan hukuman penjara dua tahun ke Narathorn Chotmankongsin. (Foto: Pexels/Ylanite Koppens)
BEBEK karet biasanya digunakan untuk menemani balita atau anak-anak saat mandi. Sedangkan bagi orang dewasa, bebek karet juga acap kali menjadi hiasan motor unik yang biasanya diletakan dia area dashboard motor atau mobil.
Namun bagi masyarakat muda di Thailand, mainan berbentuk bebek ini menjadi simbol khusus dalam perjuangan demokrasi mereka. Sehingga tak heran bila pemerintah di Negeri Gajah sangat anti dengan bebek karet.
Baca juga:
Salah satu contoh imbas sentimen Pemerintah Thailand terhadap bebek karet bisa dilihat dari kabar pada pekan ini. Di mana pengadilan di Thailand telah menjatuhkan hukuman penjara dua tahun (sebelumnya tiga tahun) terhadap seorang pria bernama Narathorn Chotmankongsin.
Hakim mengetuk palu yang menyatakan pria berusia 26 tahun itu bersalah mencemarkan nama baik Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Bagaimana cara pencemaran nama baik itu? Ini dilakukan hanya karena Chotmankongsin menjual kalender bergambar bebek karet.
Hakim menyatakan bahwa ada enam gambar ilustrasi bebek karet itu dibuat untuk menghina Raja Thailand dan memicu kekecewaan dari organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) internasional.
“Kasus ini mengirim pesan ke semua warga dan seluruh dunia, bahwa Thailand semakin menjauh dari (negara yang) menghormatik hak demokrasi,” tulis Direktur Asia di Human Right Watch Elaine Pearson, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu (8/3).
Baca juga:
Mungkin di antara kamu akan kebingungan, mengapa bebek karet tampaknya dibenci oleh Kerajaan Thailand. Sekadar informasi, ini bisa ditarik benang merahnya ke tahun 2020 ketika generasi muda yang sudah jengah dengan monarki di Thailand ingin mendorong demokrasi di negara tersebut.
Pemerintah Thailand memukul mundur gerakan pro-demokrasi itu dengan menggunakan respons polisi yang keras menggunakan gas air mata, water cannon, dan tak sedikit demonstran yang ditangkap.
Menariknya saat itu ada demonstran yang iseng membawa bebek karet besar pada demonstrasi tersebut dan saat mereka ditembak dengan gas air mata serta semprotan air, bebek karet itu dijadikan tameng oleh para demonstran.
Mendadak banyak media yang memperlihatkan, seorang demonstran menyeret bebek karet yang rusak serta babak belur. Gambar itulah yang mendorong bebek karet dijadikan simbol perjuangan para demonstran pro-demokrasi dan Pemerintah Thailand mengecam mainan serta ilustrasinya. (aru)
Baca juga:
Seniman Jepang Bikin Aksesori Unik Mirip Organ Tubuh Manusia
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri
SEA Games 2025 Thailand: Ratu Thailand Suthida Bajrasudhabimalalakshana Nonton Laga Final Ice Hockey
SEA Games 2025 Thailand: Aksi Defile Kontingen Indonesia dalam Closing Ceremony
Tim Indonesia Raih Posisi Kedua SEA Games Thailand 2025, Ukir Sejarah 30 Tahun
Tim Cycling Indonesia Andalkan Mental Juara dan Dukungan Penuh Federasi, Kunci Kesuksesan Capai Target Medali SEA Games 2025
Link Live Streaming Final Perebutan Medali Emas Bola Voli Putra SEA Games 2025 Timnas Indonesia Vs Thailand Sore Ini
Martina Ayu Tercepat di Triathlon Putri, Raihan Emas Tim Indonesia di SEA Games 2025 Thailand Tembus 81
SEA Games 2025 Thailand: Ashrifah Nurisa Dian Raih Medali Emas Archery Women's Compound
SEA Games 2025 Thailand: Dea Salsabila Putri Raih Medali Emas Nomor Triathle Individual