Merahputih.com - Gemuruh suporter di Stade de la Beaujoire mendadak senyap saat peluit panjang berbunyi, menyisakan tatapan kosong para bintang Les Bleus di lapangan hijau.
Sepuluh hari menjelang putaran final Piala Dunia 2026, keangkuhan juara dunia dua kali ini runtuh seketika akibat amukan Gajah Afrika.
Hasil prancis vs pantai gading berakhir dengan skor mengejutkan 1-2 untuk kemenangan tim tamu dalam laga uji coba krusial, Jumat (5/6) WIB.
Tuan rumah sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal babak pertama. Kerja sama apik lini depan menghasilkan gol pembuka indah lewat aksi individu memukau tepat sebelum jeda. Gol tersebut membawa Prancis unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Gajah Afrika Mengamuk pada Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Les Bleus justru menurun akibat kelengahan lini pertahanan. Nicolas Pepe mengirim umpan terobosan cerdik menuju kotak penalti lawan, memberi ruang bagi kebangkitan tim tamu.
Momen petaka tuan rumah bermula saat bek kanan lawan berhasil memperdaya penjaga gawang Mike Maignan.
Menit-menit krusial saat jalannya pertandingan:
-
Menit 7: Penyelamatan gemilang kiper Yahia Fofana menggagalkan tembakan jarak dekat Kylian Mbappe.
-
Menit 21: Penetrasi Michael Olise dari sisi kanan berakhir dengan tembakan lemah ke arah kiper.
-
Menit 45: Gol indah Rayan Cherki memecah kebuntuan setelah melewati kepungan pemain lawan.
-
Menit 52: Guela Doue menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan umpan Nicolas Pepe.
-
Menit 83: Amad Diallo mencetak gol kemenangan setelah menyambut umpan tarik Guela Doue.
Modal Evaluasi Instan Didier Deschamps
Prancis berusaha merespons ketertinggalan dengan memasukkan tenaga baru di lini depan. Marcus Thuram mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh menit ke-62, namun bola melintas tipis di sisi gawang lawan.
Asyik menyerang, lini belakang tuan rumah justru kembali kecolongan lewat skema serangan balik cepat sektor sayap.
Kekalahan ini memberi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi total bagi tim kepelatihan sebelum turnamen resmi dimulai. Pantai Gading menutup laga dengan kepala tegak, membuktikan status sebagai salah satu perusak dominasi tim raksasa Eropa.