MerahPutih Olahraga - Tiga ajang besar olahraga bakal dijalani Indonesia. Yakni Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, SEA Games 2017 di Malaysia, dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Humas Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina), Finon Manullang, berharap hal tersebut diimbangin dukungan nyata dari pemerintah. Yakni, utamanya dari sisi pencairan pendanaan.
"Jangan sampai Departemen Keuangan dan Kementerian-nya macet lagi dalam melakukan pencairan dana. Kalau ingin olahraga berprestasi, harus lancar juga dananya," tegasnya kepada media ini saat dihubungi.
"Kondisi keterlambatan pencairan, sangat besar pengaruhnya kepada manajemen dan semuanya. Kita tidak boleh tanggung-tanggung bermain di olahraga, sebab semuanya soal uang," tuturnya.
Meski begitu, Finon menyadari jika hal tersebut bukan tanpa alasan kuat. Melainkan, dipengruhi banyak faktor negatif. Utamanya, dilanjutkan Finon, korupsi yang terjadi di dunia olahraga nasional.
"Seperti kita ketahui bersama dari media-media ataupun lingkungan, dampaknya pencairan dana jadi diperketat. Salah satunya, yakni akibat korupsi PON di Riau. Banyak bonus yang cairnya mundur-mundur dari waktu yang sudah dijanjikan. Untuk itu, perkara korupsi harus ditangani dengan baik," kata promotor tinju profesional yang pernah menggelar pertandingan di atas kapal tongkang, Sungai Siring, Martapura, Kalimantan Selatan, pada 2011 tersebut. (esa)
BACA JUGA: