Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 14 Januari 2021
Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas

Dirops Basarna Brigjen TNI Rasman M.S memberikan keterangan pers di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1) (ANTARA/Laily Rahmawa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pada pencarian hari keenam tim gabungan memperlebar area pertolongan para korban, serpihan pesawat, dan serta black box voice recorder (CVR). Pencarian tetap melalui udara untuk mendekteksi korban dan serpihan pesawat tersebut.

Baca Juga

Lanjutkan Pencarian Korban Sriwijaya Air, Tim SAR Berharap Cuaca Bersahabat

"Tentunya ada bagian-bagian atau korban yang mungkin terbawa arus tentu mungkin sudah cukup jauh," ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Jakarta, Kamis (14/1).

Lanjut Rasman, tim juga akan menyisir sampai ke pantai-pantai yang ada di Pulau Seribu. Hal itu untuk mengoptimalkan potensi-potensi objek pencarian yang ada di pantai baik itu di pulau kecil maupun di pulau besar.

"Kemudian juga kita tetap melaksanakan pencarian di atas permukaan," terang dia.

Suasana JICT II, Jakarta, Kamis (14/01/2021).
Suasana JICT II, Jakarta, Kamis (14/01/2021).

Sebab ucap Rasman, ketika pencarian hari kelima Rabu (13/1) kemarin, ada penyerahan objek pencarian yang ditemukan oleh nelayan yang tersangkut di jaring miliknya.

"Artinya bagian-bagian ini juga melayang di air. Jadi tidak semuanya tertanam di dasar laut," ungkapnya.

Yang paling utama dalam mendapatkan objek pencarian ialah melalui bawah permukaan laut karena kemungkinan objek yang dicari ada di sana. Pencarian lewat bawah permukaan dilakukan dengan penyelaman.

"Sampai saat ini penyelam yang terdata yang masuk ke lokasi hari ini adalah sebanyak 268 orang dengan enam sektor saya pikir sudah cukup apabila kita efektifkan potensi dari penyelam-penyelam tersebut," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

Lima Hari Cari Sriwijaya Air, Tim SAR Kumpulkan 139 Kantong Tubuh Korban

#Sriwijaya Air #Kecelakaan Pesawat
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Untuk proses pencarian, Adik Hariadi sudah berada di Makassar, Sulawesi Selatan untuk memantau langsung perkembangan selama proses pencarian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Keluarga Copilot Muhammad Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, Minggu (18/1).
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Polda Jateng mengambil sampel DNA dan data antemortem keluarga korban pesawat ATR 42-500.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, DPR : Peringatan Keras untuk Industri Penerbangan Indonesia
Di tengah ancaman cuaca ekstrem saat ini, keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, DPR : Peringatan Keras untuk Industri Penerbangan Indonesia
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Teknik rappelling yaitu metode turun dari ketinggian (tebing, jurang, struktur vertikal) menggunakan tali khusus dengan bantuan alat descender (seperti figure-8 atau autoblock) yang terhubung ke harness atau alat pelindung diri (APD).
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Indonesia
Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 Wita.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Indonesia
Tim SAR Polda Sulsel Lampauui Cuaca Ekstrem, Tembus Lereng Gunung Bulusaraung hingga Berbuah Temuan Puing Pesawat ATR 42-500
im SAR Gabungan dari Ditsamapta Polda Sulsel menemukan puing-puing pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1).
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Polda Sulsel Lampauui Cuaca Ekstrem, Tembus Lereng Gunung Bulusaraung hingga Berbuah Temuan Puing Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Dilaporkan sebelumnya, korban yang belum teridentifikasi identitasnya ditemukan pada pukul di 14.20 WITA pada koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S oleh tim Rescue Unit (SRU) 3.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Indonesia
Pesawat ATR 42-500 Diduga Hancur, Tabrak Gunung Bulusaraung
Hal itu diketahui berdasarkan indikasi awal tim SAR gabungan yang menemukan serpihan badan, ekor, dan jendela pesawat di puncak gunung.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Pesawat ATR 42-500 Diduga Hancur, Tabrak Gunung Bulusaraung
Bagikan