MerahPutih.com - Posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka belum terjawab.
Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan keterlibatan partainya di koalisi pemerintahan usai Prabowo dan Gibran akan diketahui setelah pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober.
"Di situ akan terlihat koalisi yang sesungguhnya apa," kata Cak Imin kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/5).
Terkait pertemuan dengan Prabowo, Cak Imin mengatakan Prabowo menerima masukan PKB untuk menjadi agenda nasional.
Baca juga:
Luhut Minta Prabowo Tidak Bawa Orang Toxic ke Pemerintahan, Cak Imin: Semua Juga Paham
"Ya, bagus, menerima masukan-masukan kita untuk menjadi agenda nasional," tuturnya.
Cak Imin mengatakan, yang terpenting bagi PKB adalah mengambil langkah mengakhiri kompetisi di Pemilihan Presiden (Pilpres). Selain itu, dia hendak menitip agenda perubahan ke Prabowo supaya terlaksana.
"Nah ini yang penting buat PKB hari ini adalah mengakhiri proses kompetisi Pilpres dan menitipkan agenda-agenda presiden terpilih supaya agenda perubahan itu terlaksana," tutur Wakil Ketua DPR ini.
Cak Imin dan Prabowo diketahui berjumpa pekan lalu usai sidang putusan sengketa Pilpres di MK pada 22 April lalu. Prabowo bahkan langsung mendatangi kantor PKB di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Baca juga:
Cak Imin Nilai Rencana Prabowo Membentuk Presidential Club Bisa Bikin Lebih Produktif
Pada kesempatan itu, PKB menyatakan dukungannya kepada Prabowo. Dengan dukungan PKB, Prabowo-Gibran telah mendapat dukungan dari dua partai baru di luar koalisi selain NasDem. (Knu)