MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta Dinas Sosial (Dinsos) untuk memperbaiki isi paket bantuan sosial (bansos) sembako ke warga miskin saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan yang lebih bergizi.
Untuk tahap selanjutnya, Zita menyarankan, diganti dengan makanan lebih bergizi seperti ayam, daging, telur, mie, tahu serta tempe.
Baca Juga:
Mahasiswi Kedokteran UNS Terpapar COVID-19, Habis Mudik dari Jakarta
Seperti diketahui, tahap pertama bansos berisi sembako berupa beras sebanyak lima kilogram, sarden ataupun kornet 350 gram, biskuit 300 gram, minyak goreng 0,9 liter sampai 1 liter, sabun mandi 190 gram, dan masker kain 2 buah. Harga tersebut ditaksir me capai Rp149.500.
"Soalnya biskuit itu kan enggak tahan lama, lebih baik diganti. Kalau memang mau dikasih empat tahap, seminggu sekali atau dua minggu sekali isinya diganti," kata Zita di Jakarta Jumat (17/4).
Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) ini pun meminta kepada Pemda DKI untuk memperbaiki teknis pemberian bansos itu.
Baca Juga:
Sebab, lanjut dia, sepengamatannya distribusi sembako justru menimbulkan kerumunan yang justru mempercepat penularan corona. Sementara arahan Gubernur Anies selama PSBB warga dilarang berkerumun dan keluar rumah.
"Teknis distribusi boleh juga dengan door to door, agar menghindari kerumunan. Karena saya lihat pembagian bantuan di beberapa titik ini malah membuat kerumunan baru. Takutnya yang tidak sakit bertemu sama yang sakit, kita kan tidak tahu," terang Zita. (Asp)
Baca Juga:

