Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif

Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen. (Foto: Dok. Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program-program produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dibandingkan membangun gedung atau kantor semata.

Menurut Prabowo, pembangunan kantor pemerintahan memang tetap diperlukan. Namun, keberadaan gedung harus dibarengi dengan produktivitas dan manfaat nyata bagi rakyat.

“Maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor, kantor itu itu ya perlu. Tapi jangan ada kantor, nggak ada produktifitas,” kata Prabowo usai menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Sabtu (23/5).

Baca juga:

Prabowo Janji Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Tegaskan SDA Harus untuk Rakyat

Kantor Megah Dinilai Tak Ada Artinya Tanpa Hasil Nyata

Prabowo Subianto menilai kemegahan bangunan tidak memiliki arti apabila tidak menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah disebut ingin lebih fokus pada program-program yang mampu memberikan hasil langsung serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kantor megah, produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Prabowo menekankan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Pemerintah pun terus mendorong berbagai program yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” tegasnya.

Apresiasi Tambak Modern yang Serap Ratusan Pekerja Lokal

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi program budidaya udang modern di kawasan BUBK Kebumen yang dinilai produktif karena mampu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Ia menyebut ratusan masyarakat lokal kini bekerja di kawasan tambak modern tersebut.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap,” kata Prabowo.

“Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh. Enam ratus lima puluh. Lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” lanjutnya.

Baca juga:

Usai Beras dan Jagung, Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun

Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen sendiri diresmikan pada 9 Maret 2023. Hingga kini, kawasan tersebut telah menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi optimal.

Pemerintah juga tengah menyiapkan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu. (Pon)

#Lapangan Pekerjaan #Presiden Prabowo Subianto #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
306 Hotspot Terdeteksi di Riau, Prabowo Tak Mau Tunggu Jadi Kebakaran: Sumur Bor Diminta Segera Dibangun
Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan 306 sumur bor di sekitar hotspot Riau untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
306 Hotspot Terdeteksi di Riau, Prabowo Tak Mau Tunggu Jadi Kebakaran: Sumur Bor Diminta Segera Dibangun
Indonesia
Prabowo Beri Peringatan Keras soal Karhutla: Korporasi Terlibat Pembakaran, Izinnya Dicabut
Presiden Prabowo Subianto meminta aparat mengusut korporasi yang terlibat pembakaran lahan dan menegaskan izin perusahaan dapat dicabut.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Prabowo Beri Peringatan Keras soal Karhutla: Korporasi Terlibat Pembakaran, Izinnya Dicabut
Indonesia
Terbang ke Kalimantan, Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Kebakaran Hutan
Prabowo sudah mengintruksikan dan membagi pejabat utama TNI-Polri untuk turun langsung bersama-sama Pemerintah daerah dan warga setempat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Terbang ke Kalimantan, Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Kebakaran Hutan
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi lokasi gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Prabowo mengajak peserta upacara HUT ke-81 RI mendoakan para pahlawan dan warga terdampak bencana di Sumatera, NTT, dan wilayah lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Bagikan