Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Peserta Tour de Flores Sudah Tiba di Larantuka

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 13 Juli 2017
Peserta Tour de Flores Sudah Tiba di Larantuka

Tim Sepeda PGN salah satu peserta Tour de Flores 2017 (ANTARA FOTO/HO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Para peserta balap sepeda internasional Tour de Flores (TDF) 2017 dari sekitar 20 negara sudah berada di Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Rabu (12/7).

"Peserta terakhir hari ini tiba di Larantuka. Malam ini akan digelar 'launching' sehingga pada Jumat tinggal acara pelepasan peserta," kata Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon kepada Antara di Larantuka, Kamis (13/7).

Acara pelepasan yang direncanakan akan dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya bertempat di depan Kantor Bupati Flores Timur pada pukul 07.30 WITA atau sama seperti pelepasan TDF 2016.

Dia mengatakan para peserta akan melakukan perjalanan pada etape pertama Larantuka-Maumere mulai pukul 07.30-10.30 WITA.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wely Rohimone secara terpisah menjelaskan jarak tempuh pada TDF 2017 berbeda dengan TDF 2016 karena ada penambahan etape baru.

Menurut dia, jarak tempuh balap sepeda internasional TDF 2017 ini telah mengalami penambahan dari sebelumnya sepanjang 661,5 kilometer menjadi 808 kilometer karena adanya rute baru Aegela-Mbay.

Para pebalap akan memulai etape pertama dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur di ujung timur Pulau Flores, selanjutnya menuju Maumere, Ende, Mbay, Borong, Ruteng dan "finish" di kota paling barat Pulau Flores yaitu Labuan Bajo.

Penambahan jarak tempuh itu diyakini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap internasional yang kini telah terdaftar sebanyak 20 tim atau lebih dari 150 orang tersebar dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia.

"Tentu semakin jauh jarak tempuh ini akan memacu kemampuan usaha masing-masing pebalap untuk menaklukkan setiap etapenya, apalagi para pebalap internasional itu biasanya suka sekali dengan tantangan-tantangan baru," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

#Sepeda Balap #Flores #NTT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) lima kali erupsi sejak Jumat, 12 Juni pagi sampai siang WITA.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Indonesia
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Hasil pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Kuliner
Asal Usul Roti Kompiang, Kuliner Ikonis Flores yang Terinspirasi dari Sosok Pahlawan Tionghoa
Roti kompiang menyimpan cerita panjang tentang perjalanan budaya hingga akhirnya tiba di Nusa Tenggara Timur.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Asal Usul Roti Kompiang, Kuliner Ikonis Flores yang Terinspirasi dari Sosok Pahlawan Tionghoa
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Bagikan