Pesan Penangkal Hoax Puan Maharani untuk Generasi Milenial

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 09 Februari 2018
Pesan Penangkal Hoax Puan Maharani untuk Generasi Milenial

Foto Diskusi Hoax di DPP PDIP. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komite Komunikasi dan Informasi bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan menggelar diskusi publik terkait Hoax di Gedung DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).

Dalam diskusi bertajuk 'Melawan Hoax dengan Budaya Literasi dan Bermedia Sosial yang Sehat' ini dihadiri berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pejabat, kader, hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memberikan penjelasan melaluai video terkait perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.

Putri Presiden RI ke-5 ini mengatakan perkembangan teknologi dan informasi terkini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi berbagai inovasi teknologi mampu menghadirkan kecepatan dan membuat berbagai kemudahan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, muncul fenomena hoax atau informasi bohong sebagai akses negatifnya. Hal ini dinilai tak terlepas dari kecenderungan masyarakat Indonesia yang senang sebagai pihak pelempar informasi pertama dengan mengabaikan prinsip check and re-check.

Hal lain yang menjadi perhatian atau konsen dalam diskusi ini adalah mengenai ancaman sanksi pidana sesuai yang tercantum dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) bagi para penyebar hoax, rupanya masih belum mampu membendung penyebaran hoax dan produk-produk turunannya.

Karenanya, Puan berpesan kepada masyarakat khususnya generasi muda agar cerdas dan bijak dalam memberdayakan kemajuan teknologi dan menggunakan internet demi kemajuan bangsa.

"Penyebaran hoax dan ujaran kebencian dapat menimbulkan kegaduhan, kekacauan dan mengancam persatuan bangsa. Jadilah generasi muda yang sehat dan cerdas berinternet, mampu mencerna setiap informasi dan tidak ikut serta berita atau informasi yang tidak benar, hoax," kata Puan dalam testimoninya.

Sementara itu, Ketua Komite Komunikasi dan Informasi Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI
Perjuangan, Charles Honoris, menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat agar bermedia sosial yang sehat dan aman.

"Sampai tahun 2017, pemerintah sudah memblokir hampir jutaan situs yang terindikasi dan terbukti
berisi tentang konten hoax, sara dan hal-hal lain yang negatif, dan juga, dari acara ini para pelaku dan penggiat sosial media juga bisa tahu 'do & dont's'nya sebelum mereka membuat dan menyebarkan berita," imbau Charles Honoris. (Fdi)

#Puan Maharani #DPP PDIP #Hari Pers Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Bagikan