Pesan Gubernur Jatim Usai Lantik Wakil Wali Kota Madiun

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 27 Oktober 2017
Pesan Gubernur Jatim Usai Lantik Wakil Wali Kota Madiun

Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat acara pelantikan Armaya sebagai wakil wali Kota Madiun, di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (26/10). (MP/Bud)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik Armaya sebagai wakil wali Kota Madiun sisa masa jabatan 2014-2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (26/10).

"Selamat kepada wakil wali Kota Madiun. Harus diingat adalah besarnya tanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan setempat," kata Soekarwo di sela pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.35-8146 Tanggal 4 Oktober 2017 tentang Pengangkatan Wakil Wali Kota Madiun.

Armaya dilantik sebagai orang nomor dua di Pemkot Madiun mengisi posisi Sugeng Rismiyanto yang kini menjabat Wali Kota Madiun menggantikan Bambang Irianto usai mengundurkan diri karena menjadi tersangka dugaan kasus gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada kesempatan tersebut, Soekarwo mengingatkan agar konsep kesejahteraan di wilayahnya menjadi bagian penting dalam pembangunan dan tak sekadar mengejar pertumbuhan tinggi, tapi bagaimana manfaat bisa dirasakan masyarakat.

"Sebab, tidak ada gunanya pembangunan tinggi bila yang didapat rakyat justru sebaliknya," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Menurutnya, salah satu beban Kota Madiun saat ini adalah semakin melebarnya disparitas sehingga pemkot setempat harus mengurus kawasan pinggiran secara lebih serius sehingga disebut sebagai pembangunan inklusi karena rakyat kecil merasakan pembangunan.

"Sebagai sentral eks karesidenan Madiun, Kota Madiun menjadi lokomotif pembangunan daerah di sekitarnya. Untuk itu industri jasa menjadi bagian penting dalam lokomotif kesejahteran," katanya.

Tak itu saja, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga mengingatkan bahwa tugas wawali adalah membantu wali kota, baik secara proporsi maupun fungsinya agar tak menimbulkan konflik.

"Terkadang muncul masalah psikologis kepemimpinan, yaitu wawali serasa wali kota. Salah satu tugas wakil termasuk wawali adalah di bidang pengawasan, salah satunya ketua saber pungutan liar," katanya. (*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lain dari Surabaya dalam artikel: Soal Kasus Bupati Nganjuk, Gubernur Jatim Minta Maaf

#Gubernur Jawa Timur
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Panggil Gubernur Jatim Khofifah Terkait Korupsi Dana Hibah
Khofifah akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengelolaan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2019–2022.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Juni 2025
KPK Panggil Gubernur Jatim Khofifah Terkait Korupsi Dana Hibah
Indonesia
Hari Kartini, Gubernur Jawa Timur: Perempuan Aktor Utama Ketahanan Bangsa
Perempuan jadi aktor utama ketahanan bangsa dimulai dari keluarga, karena memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan psikologis keluarga.
Frengky Aruan - Senin, 21 April 2025
Hari Kartini, Gubernur Jawa Timur: Perempuan Aktor Utama Ketahanan Bangsa
Indonesia
Khofifah Tunjukkan Dukungannya untuk Palestina
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunggah foto profil diri di akun Instagram pribadinya @khofifah.ip sedang membawa sepotong semangka sebagai simbol yang dipakai masyarakat dunia mendukung perjuangan bangsa Palestina melawan zionis Israel.
Mula Akmal - Rabu, 08 November 2023
Khofifah Tunjukkan Dukungannya untuk Palestina
Bagikan