Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pemilu 2019

Pertarungan Partai Pendatang Baru di Pemilu 2019, Pengamat Sebut Perindo Kalah Kreatif dari PSI

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 11 Mei 2019
 Pertarungan Partai Pendatang Baru di Pemilu 2019, Pengamat Sebut Perindo Kalah Kreatif dari PSI

Pengamat sekaligus peneliti dari Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat sekaligus peneliti dari Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam menilai Perindo kalah kreatif dari PSI di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sebagai sesama partai pendatang baru di Pemilu 2019, Perindo dianggap tidak mampu tampil progresif dan kreatif seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sehingga berdampak pada perolehan suara.

"Ada beberapa faktor yang membuat Perindo kalah dengan PSI," kata Surokim Abdussalam, di Surabaya, Sabtu (11/5).

Berdasarkan rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019, perolehan suara partai politik dan caleg Perindo di Kota Surabaya sebanyak 42.770 suara, dengan perincian untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 mendapat 8.351 suara, Dapil 2 mendapat 7.253 suara, Dapil 3 mendapat 11.399 suara, Dapil 4 mendapat 7.837 suara, dan Dapil 5 mendapat 7.930 suara.

Menurut dosen Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini, beberapa faktor yang dimaksud adalah pertama, pemilu serentak kali ini menunjukkan bahwa keunggulan perang udara tidak selalu berbanding lurus dengan keunggulan perang darat. Perang darat yang menentukan elektabilitas dan kekuatan udara masih butuh aktivasi di darat.

Jokowi saat ulang tahun Perindo
Presiden Jokowi membuka acara pembekalan para caleg dari Partai Perindo. Foto:partaiperindo.com

Khusus untuk pileg, kata Surokim Abdussalam sebagaimana dilansir Antara, kuat di udara bukan jaminan karena banyak caleg menjadi tergantung aktivasi darat, siapa punya proximity atau kedekatan yang dipelihara dan diberikan harapan progresif buktinya ampuh menggaet "swing voters" pemilih perkotaan.

"Perindo masih kurang kuat mengaktivasi perang darat, sehingga kedekatan dengan konstituennya kalah mengakar," katanya lagi.

Kedua, lanjut dia, rekrutmen caleg yang bermental petarung elektoral dan punya daya jelajah kuat penetrasi pemilih di dapil terlihat kurang, sehingga masih sangat tergantung pada inisiatif partai dan tidak berani melakukan terobosan mandiri.

Ketiga, katanya lagi, narasi yang dibangun dan ditawarkan kurang kuat menyentuh sistem pikiran pemilih perkotaan, sehingga dianggap tidak memberi harapan progresif bagi pemilih "swing voters" atau jenis pemilih yang selalu menjadi ceruk suara yang diperebutkan dalam pemilu.

"Terakhir, ceruk dan peta pemilih yang digarap khususnya pemilih 'swing voters' kerap bertumpukan dan berimpitan dengan partai yang punya basis kuat secara tradisional," ujarnya lagi.

Para pengurus pusat PSI
Ketua Umum PSI Grace Natalie bersama kader PSI di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/9). (MP/Asropih)

Sedangkan PSI, menurutnya, jauh lebih kreatif dan progresif dengan memperlihatkan calegnya punya semangat dan mandiri. Selain itu, lanjut dia, narasinya juga nonmainstream khususnya menyangkut politik nonhigh cost dan keberagaman serta enterpereneur muda itu seksi bagi pemilih muda dan "swing voters".

PSI juga mampu mengaktivasi kekuatan muda sebagai basis dan menawarkan solusi progresif hingga jadi pembeda yang relatif mudah diingat. "Ceruk-ceruk yang digarap PSI istilah manajemennya menerapkan 'blue ocean politics' berlayar sendiri tidak berebut kompetisi kepada konstituen yang padat dan kompetitif," katanya pula.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Perindo Kota Surabaya Toni Tamatompol mengakui bahwa Perindo kalah strategi dalam pemenangan Pemilu 2019. Meski demikian, lanjut dia, ada caleg Perindo yang memperoleh suara banyak di Dapil 3, namun suara partai tidak mendukung sehingga tidak lolos.

"Di Dapil 3 suaranya caleg dokter Sukma sampai 5.965 suara. Saya menyayangkan hal itu. Ini di luar dugaan saya," katanya lagi.

Menurut Toni, secara kualitas, sosok dokter Sukma Sadewa tidak perlu diragukan lagi jika seandainya terpilih menjadi anggota DPRD Surabaya. Selain itu, dokter Sukma juga dikenal suka berorganisasi sehingga tidak heran banyak jabatan organisasi yang melekat pada dirinya.(*)

#Pengamat Politik #Persatuan Indonesia (Perindo) #PSI #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun jembatan gembok cinta di Kuningan menuai kritik dari PSI. DPRD menilai proyek ini tidak menjawab kebutuhan mendesak warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Ia dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di daerah lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Indonesia
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Jokowi mengatakan kedatangannya ke Lampung ada beberapa agenda pada Jumat-Minggu (26-28/6).
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Indonesia
Jokowi Beri Wejangan Kader PSI Jakarta: Harus Peka Kemauan Warga
Jokowi berpesan agar kader PSI semakin giat turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasinya dan memperjuangkan kepentingan-kepentingannya.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Jokowi Beri Wejangan Kader PSI Jakarta: Harus Peka Kemauan Warga
Bagikan