Perputaran Uang Tunai Lebaran Rp188 Triliun, 60 Persen Transaksi di Jawa
Stok uang tunai.Foto: Antara
MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2018 mencapai Rp188,2 triliun secara nasional. Dari jumlah itu sekitar 61,2 persen atau Rp115,5 triliun uang tunai bakal berputar di Pulau Jawa.
BI mencatat dari kebutuhan uang tunai Rp188,2 triliun, hampir 38,4 persen transaksi bakal terjadi di Pulau Jawa non-wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Wilayah Jabodetabek sendiri bakal menyerap 22,8 persen dari total Rp188,2 triliun.
Artinya total peputaran uang tunai di Pulau Jawa selama Ramadan dan Idul Fitri mencapai 61,2 persen, atau Rp115,5 triliun. Untuk sisa uang tunai Rp32,7 triliun akan terdistribusi di luar Pulau Jawa, meliputi wilayah Sumatera 19,9 persen dan kawasan lainnya 18,9 persen.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi menjelaskan perkiraan kebutuhan uang tunai (outflow) di 2018 itu meningkat 15,3 persen dibandingkan periode 2017 (Rp163,2 triliun). "Periode Ramadhan dan Idul Fitri memang selalu diiringi dengan peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat," kata dia, Rabu (23/5).
Jamin Ketersediaan Uang Tunai
Rosmaya memastikan BI berkomitmen untuk mendistribusikan uang tunai ke seluruh Indonesia untuk memenuhi total kebutuhan tersebut melalui 46 kantor perwakilan yang secara serentak melakukan aktivitas pelayanan penukaran uang kepada masyarakat.
BI juga melakukan kegiatan distribusi seperti kas titipan dan kas keliling. Di seluruh Indonesia terdapat 1.000 titik atau lokasi yang melayani kegiatan distribusi tersebut. "Juga distribusi uang ke tempat 3T (terluar, terdepan, terpencil), bahkan hingga mencapai pelosok kecamatan," kata dia, dilansir Antara.
Menurut Rosmaya, BI akan terus berkoordinasi dengan pihak perbankan supaya memastikan kondisi ATM dan pelayanan kepada masyarakat selama libur Lebaran tidak berkurang. Langkah yang sama dilakukan terhadap peserta sistem pembayaran guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.
"Dengan langkah-langkah antisipatif yang dilakukan, BI berharap kegiatan ekonomi masyarakat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018 dapat berjalan dengan lancar, aman dan nyaman," tandas petinggi Bank Sentral itu. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Momen Hari Raya Menjelang Saatnya Percantik Rumah, ini nih Ide Merancang Perabotan yang Fungsional
Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H dilakukan di 96 Lokasi di Seluruh Indonesia, ini Tempatnya
Semarak Imlek di Jakarta, Pramono Ingin Lebih Berwarna
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Masjid Negara IKN Tinggal Kurang 2% Lagi, Sudah Bisa Dipakai Tarawih Ramadan
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
18-20 Februari Siswa Belajar di Luar Sekolah, Libur Lebaran 23-27 Maret
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan