Pemimpin gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Kota Vatikan, Paus Fransiskus mengecam pemerintah yang menindas rakyatnya, seperti ketegangan yang terjadi di Korea Utara dan Suriah, serta mendesak pemimpin dunia untuk menahan diri dan mencegah penyebaran perang.
Hal tersebut, Fransiskus sampaikan dalam pesan Paskah saat memimpin misa di depan puluhan ribu orang di alun-alun Santo Petrus, pada Minggu (16/4) di Vatikan.
Dalam pesan Urbi et Orbi (untuk kota dan dunia), yang disampaikan dari balkon tengah Basilika Santo Petrus, Fransiskus membicarakan dunia terkoyak oleh perang dan bercampur ketegangan.
"Dalam keadaan rumit dan sering dramatik di dunia saat ini, semoga Tuhan yang bangkit memandu langkah semua yang bekerja untuk keadilan dan perdamaian," katanya.
Hal demikian, ia utarakan setelah beberapa jam yang lalu Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat agar mengakhiri "histeria militer" atau akan menghadapi pembalasan.
"Semoga Dia memberikan keberanian kepada pemimpin negara, yang mereka perlukan untuk mencegah penyebaran perang dan menghentikan perdagangan senjata," ucapnya.
Selain itu, Fransiskus juga mengecam ledakan bom atas iringan bus sarat penumpang di Suriah yang menewaskan 112 orang di luar Aleppo.
Saat berbicara pada hari terpenting dalam kalender peribadatan Kristen itu, ia juga tidak lupa menyerukan perdamaian di Sudan Selatan, Sudan, Somalia, Republik Demokratik Kongo, dan Ukraina.
Sumber: REUTERS/ANTARA

