Perda 4/2015 Bikin Budaya Betawi Terancam Punah, Hal ini Bakal Selamatkan Identitas Jakarta
DPRD DKI Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)
Merahputih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menekankan perlunya percepatan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan Jakarta saat ini.
"Kita harus segera revisi agar sesuai situasi saat ini. Termasuk memasukkan amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta," jelas Khoirudin, Senin (25/8).
Baca juga:
Pramono Sebut Jakarta Harus Punya Lembaga Adat Betawi, Jadi Identitas Kuat sebagai Kota Global
Revisi Perda ini akan mencakup penguatan kelembagaan adat dan pengelolaan dana abadi kebudayaan. Langkah ini dianggap penting untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat serta ruang bagi Budaya Betawi untuk terus berkembang.
Regulasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Budaya Betawi sebagai aset utama dalam membangun Jakarta sebagai kota global.
"Jakarta kalau berbudaya, ya Budaya Betawi," jelas dia.
Baca juga:
GLAS dan Eka Gustiwana Angkat Budaya Betawi Lewat Single 'Aye!'
Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat krusial, seperti yang terlihat pada seni budaya palang pintu yang kini tidak hanya hadir dalam pernikahan, tetapi juga di berbagai acara besar.
Ini membuktikan bahwa Budaya Betawi masih hidup dan harus terus dilestarikan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa revisi Perda harus memberikan ruang partisipasi bagi warga Betawi dalam pembangunan Jakarta.
"Kita ingin orang Betawi diberikan ruang untuk bisa sama-sama membangun kotanya sendiri," ujarnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Plafon Rusak dan Rawan Ambruk, DPRD DKI Soroti Bangunan Pasar Sunan Giri Jaktim
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Masih Punya Nilai Ekonomis, Bongkaran Besi Tiang Monorel Dinilai Jadi Urusan Adhi Karya
3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik saat Banjir, DPRD DKI Soroti Anggaran Rp 2,8 Triliun
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
Tiang Monorel Rasuna Said Mau Dibongkar, Dewan PSI Pertanyakan APBD dan Prosedur
DPRD DKI Jakarta Godok Pembentukan 5 Pansus Strategis untuk Tahun 2026
Pemprov DKI Siap Bongkar Tiang Monorel, DPRD Malah Sebut belum Pernah Diajak Pembahasan