Penyebab Gempa M 5,3 di Tapanuli Tengah Terungkap, BMKG Beri Peringatan Ini
Ilustrasi - Alat pendeteksi gempa dan gelombang tsunami. ANTARA/HO-BMKG
Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa magnitudo 5,3 di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia.
"Intra-slab earthquake atau gempa dalam lempeng ini memiliki pergerakan geser turun," ujar Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Kamis (7/8).
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tapanuli Tengah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa yang terjadi pada Kamis malam itu berlokasi di laut, dengan kedalaman 84 kilometer, dan berjarak sekitar 50 kilometer dari pantai barat Sumatera.
Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Doloksanggul, Pandan, Sibolga, dan Sarudik, serta Sidikalang, Gunung Sitoli, Nias Selatan, dan Nias Utara dengan skala intensitas II-IV MMI.
BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 23.00 WIB, belum ada laporan kerusakan maupun gempa susulan.
Baca juga:
Pertama Kali dalam 500 Tahun Gunung Berapi Rusia Meletus, Ahli Sebut Terkait dengan Gempa Besar
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, memeriksa kondisi bangunan, dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada Senin, 9 Februari 2026, Tingkatkan Kesiapsiagaan
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Akan Mengguyur Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Sepanjang Hari pada Senin, 9 Februari 2026
Korban Tewas Gempa Pacitan, Syok Meninggal meski Lolos dari Reruntuhan
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka Kasus Suap Lahan
Persija Secara Resmi Umumkan Bergabungnya Jean Mota, Eks Rekan Lionel Messi di Inter Miami
Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persib Bandung Kalahkan Malut United 2-0
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Korban Gempa Pacitan di Bantul Jadi Belasan, Sampai Ada yang Patah Tulang
Gempa Pacitan Terasa Sampai Yogyakarta, 14 Kereta Api Berhenti Luar Biasa
Gempa Pacitan, BMKG Sebut Aktivitas Subduksi sebagai Penyebab