Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI, Film Propaganda Soeharto?

Ana AmaliaAna Amalia - Kamis, 01 Oktober 2015
Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI, Film Propaganda Soeharto?

Poster Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI (jejakandromeda.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Film - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal G30S/PKI menjadi awal kemunculan Soeharto sebagai sosok 'superhero Indonesia' melalui Surat Perintah 11 Maret alias Supersemar.

Menurut riwayat sejarah, Presiden Sukarno memerintahkan langsung Pangkostrad Jenderal Soeharto untuk menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga ke akar-akarnya melalui surat yang hingga kini tidak diketahui kebenarannya itu. Gerakan 30 September 1965 yang dilaporkan didalangi elite Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI) serta sebagian pasukan elite ABRI membuat tewas 7 jenderal di Jakarta dan 2 perwira menengah di Yogyakarta. Para perwira militer yang wafat ini ditahbiskan sebagai Pahlawan Revolusi dan setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.  

Setelah itu, Jenderal Soeharto bersama ABRI serta para kaki tangannya memimpin operasi "pembersihan" yang menelan korban ratusan ribu orang tewas dari mulai ujung Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara (bahkan dilaporkan sendiri oleh Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo hingga 3 juta orang).

Otoritas militer khususnya Angkatan Darat mengganggap kader PKI dan simpatisannya sebagai pengkhianat bangsa sehingga pantas dieksekusi di tempat kemudian menahan sebagian dari mereka tanpa mengadilinya.

Pada 1968 sang jendral diangkat sebagai Presiden menggantikan Sukarno yang kala itu dijadikan tahanan politik, padahal Sukarno telah diangkat sebagai presiden seumur hidup melalui Ketetapan MPRS Nomor III/MPRS/1963. Itu awal dari kekuasaan Orde Baru di tangan Soeharto yang bertumpukan pada militer, birokrasi dan golongan karya. 

Selama 35 tahun, sang jendral yang 'lolos' dari pembunuhan para Jenderal pada G30S/PKI itu pun memimpin bangsa ini sebagai seorang Presiden terlama. Yang paling identik dari kepemimpinan Soeharto adalah film yang selalu diputar setiap 30 September di TVRI dan stasiun TV swasta, film itu berjudul 'Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI' karya sutradara Arifin C Noer.

Seperti yang himpun dari berbagai sumber, film itu dimulai pada tahun 1984 pemerintah Orde Baru menggunakan Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI sebagai kendaraan propaganda, menayangkan film ini setiap malam 30 September.

Film ini juga ditayangkan di sekolah-sekolah dan lembaga pemerintah, para siswa akan dibawa ke lapangan terbuka untuk melihat film ini dalam kelompok-kelompok. Wajib nonton untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Lewat mobilisasi massal Orde Baru setiap tahun inilah, Sen dan Hill berpendapat bahwa Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI adalah film Indonesia yang paling sering disiarkan dan paling banyak ditonton sepanjang masa.

Mulai Dipertanyakan

Sebuah survei tahun 2000 yang dilakukan oleh majalah TEMPO menemukan bahwa sebanyak 97 persen dari 1.101 siswa yang disurvei telah menyaksikan film ini; bahkan 87 persen dari mereka telah menyaksikan lebih dari sekali

Selama sisa era 1980-an dan awal 1990-an, akurasi sejarah Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI hanya sedikit diperdebatkan, dan film ini menjadi wakil kanun sejarah, versi kejadian tahun 1965 dalam film ini adalah satu-satunya yang diperbolehkan dalam wacana terbuka kala itu.

Namun pada pertengahan 1990-an, komunitas internet anonim dan publikasi-publikasi kecil mulai mempertanyakan isi film tersebut, satu pesan yang dikirim melalui milis bertanya "Jika hanya sebagian kecil dari kepemimpinan PKI dan agen militer mengetahui kudeta, seperti di film ini, bagaimana bisa lebih dari satu juta orang tewas dan ribuan orang yang tidak tahu harus dipenjarakan, diasingkan, dan kehilangan hak-hak sipil mereka?"

Pakar politik Ariel Heryanto berpendapat bahwa hal ini dihasilkan dari polifoni yang tidak disengaja dalam film ini, sementara Sen dan Hill berpendapat bahwa Arifin C Noer mungkin telah menyadari maksud pemerintah untuk berpropaganda dan dengan demikian membuat pesan politik dalam film ini "jelas-jelas bertentangan".

Pada September 1998, empat bulan setelah jatuhnya Soeharto, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah menyatakan bahwa film ini tidak akan lagi menjadi bahan tontonan wajib di Hari Kesaktian Pancasila, dengan alasan bahwa film ini adalah usaha untuk memanipulasi sejarah dan menciptakan kultus dengan Soeharto di tengahnya.

TEMPO melaporkan pada 2012 bahwa Marsekal (purn) Saleh Basarah dari Angkatan Udara telah mempengaruhi dikeluarkannya keputusan ini. Majalah ini menyatakan bahwa Basarah telah menghubungi Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono dan memintanya untuk tidak menayangkan Pengkhianatan G 30 S PKI, karena film ini telah merusak citra Angkatan Udara Republik Indonesia.

Dua film lainnya, 'Janur Kuning' (1979) dan 'Serangan Fajar', kemudian juga dipengaruhi oleh keputusan tersebut. 'Janur Kuning' menggambarkan Soeharto sebagai pahlawan di balik Serangan Umum 1 Maret 1949, sementara 'Serangan Fajar' menunjukkan dia sebagai pahlawan utama Revolusi Indonesia.

Pada saat itu TVRI tampaknya berusaha untuk menjauhkan diri dari mantan presiden Soeharto. Hal ini terjadi semasa periode penurunan status simbol-simbol yang berkaitan dengan peristiwa G30/SPKI, dan pada dekade 2000-an awal, versi non-pemerintah dari peristiwa kudeta G30S/PKI mudah didapatkan di Indonesia. Di Hari Kesaktian Pancasila mereka dan sekolah/kampus tidak lagi wajib memutarkan film karya dedengkot teater Indonesia, Arifin C Noer.

BACA JUGA:

  1. Di Balik Hari Kesaktian Pancasila
  2. Kemunculan Atribut PKI Berpotensi Kuat Gerus Ideologi Pancasila
  3. Puti Guntur Soekarno: Pancasila Solusi Membangun Dunia Baru
  4. Ikadan Ingin Ciptakan Generasi Pancasila
  5. Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Museum Lubang Buaya Ditutup
#Partai Komunis Indonesia (PKI) #Orde Baru #Sukarno #Presiden Soeharto #Hari Kesaktian Pancasila #G30S/PKI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
Film garapan Arifin C Noer tersebut seolah memiliki tempat tersendiri dalam ingatan publik, terutama menjelang 1 Oktober.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
ShowBiz
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Sinopsis film Pengkhianatan G30S/PKI menceritakan tentang penculikan jenderal hingga peristiwa Lubang Buaya.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Indonesia
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Menurut catatan sejarahnya, pemberontakam ini terjadi pada 30 September 1965 yang diinisiasi partai politik terbesar saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Lifestyle
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober hari apa? Simak sejarah Hari Kesaktian Pancasila 2026, tema, makna, dan apakah 1 Oktober termasuk tanggal merah.
ImanK - Rabu, 30 September 2026
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
Lifestyle
Kalender Oktober 2026 Lengkap: Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional?
Kalender Oktober 2026 lengkap dengan tanggal merah, libur nasional, cuti bersama, serta daftar hari besar nasional dan internasional.
ImanK - Rabu, 30 September 2026
Kalender Oktober 2026 Lengkap: Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional?
Indonesia
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Pimpinan Komisi XIII DPR menyinggung soal pelanggaran HAM Orde Baru. Hal ini buntut dari pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Indonesia
Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Keluarga Besar Nyatakan Tak Merasa Dendam
Sebagai bentuk syukur, keluarga berencana melakukan ziarah ke makam Soeharto di Astana Giribangun
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Keluarga Besar Nyatakan Tak Merasa Dendam
Indonesia
NasDem Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Surya Paloh Minta Rakyat Terima Konsekuensi Pro dan Kontra dengan Lapang Dada
Ia menanggapi polemik dengan menyerukan objektivitas, mengakui kontribusi pembangunan serta kekurangan era Orde Baru.
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 November 2025
NasDem Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Surya Paloh Minta Rakyat Terima Konsekuensi Pro dan Kontra dengan Lapang Dada
Indonesia
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Setiap bangsa besar menghargai para pendirinya, pemimpinnya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
Presiden Prabowo Subianto saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Didik Setiawan - Rabu, 01 Oktober 2025
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
Bagikan