Penumpang KRL Menumpuk, Anies Bakal Tindak Tegas Perusahaan yang Belum WFH

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 13 April 2020
Penumpang KRL Menumpuk, Anies Bakal Tindak Tegas Perusahaan yang Belum WFH

Sejumlah penumpang KRL Commuter Line gantre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (13/4/2020). (Antara/ARIF FIRMANSYAH)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Di hari keempat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, sempat terjadi antrean penumpang di stasiun pemberangkatan Kereta Rel Listrik Senin 13 April 2020 pagi tadi.

Berdasarkan unggahan di akun Instagram @jktinfo yang mengumpulkan informasi dari warganet, penumpukan, di antaranya terjadi di Stasiun Bojong Gede, Depok, juga Bogor dan Cilebut. Mayoritas pengguna KRL hendak masuk ke Jakarta.

Dalam foto yang beredar di media sosial tampak ratusan penumpang menyemut di luar area stasiun, serta saat hendak memasuki kereta.

Penumpang saling berdesakan. Mereka tidak melaksanakan imbauan physical distancing atau menjaga jarak satu sama lain untuk mencegah penularan COVID-19.

krl
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (13/4/2020). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun angkat bicara tentang penumpukan penumpang KRL ke Jakarta. Kata dia, banyak orang masuk ke Jakarta lantaran masih banyak perusahaan yang masih beroperasi dan belum menjalankan work from home (WFH). “Jadi masih banyak pekerjanya yang berangkat ke Jakarta,” kata dia.

Karenanya, lanjut Anies, pihaknya tidak bisa hanya mengatur akses transportasinya, tanpa mengatur akar masalahnya. Yakni masih beroperasinya perusahaan yang ada di Jakarta.

Anies pun menegaskan akan menindak perusahaan-perusahaan yang masih beraktifitas saat PSBB. Kecuali perusahaan yang memang masih diizinkan untuk beroperasi selama masa PSBB. “Sanksinya bisa berupa meninjau kembali izin mereka,” kata Anies.

Anies pun berharap dengan PSBB di Jawa Barat yang akan diterapkan pada Rabu (15/4) dan Banten bisa membuat penerapan pembatasan sosial menjadi lebih sinkron.

Terkait masih banyaknya orang yang masuk ke Jakarta, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono mengaku, dirinya dan Kapolda Metro Jaya sudah berkordinasi dengan Polres dan Kodim Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor untuk bantu mengurai dan mencegah warga berpergian jika situasi tak penting.

"Karena, kalau mereka sudah masuk dalam KRL kita tidak mungkin lagi menyetop ditengah jalan atau menyuruh keluar," ucap Eko Margiyono kepada wartawan, Senin (13/4).

Diharapkan peraturan pembatasan jumlah penumpang KRL selama 50 persen semasa Jakarta PSBB bisa diikuti.

"Dalam Pergub sudah diatur sanksi, tapi kami masih beri toleran. Nanti, akan kita evaluasi oleh Gugus Tugas daerah jika tidak dipatuhi dengan baik maka sanksinya akan diberlakukan," kata Eko. (asp/knu)

#COVID-19 #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Beredar konten yang berisi Anies menyebut orang-orang di sekeliling Prabowo munafik dan gila jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Bagikan