Pengemudi Fortuner Ugal-ugalan Berpelat Dinas Palsu Kini Diproses Hukum
Pengemudi Fortuner ugal-ugalan. (Tangkapan Layar)
MerahPutih.com - Mabes TNI membeberkan perkembangan terkini kasus seorang pria pengemudi Toyota Fortuner berpelat dinas yang ugal-ugalan di Tol Jakarta-Cikampek. Pria yang mengaku adik seorang Jenderal ini ternyata menggunakan pelat dinas palsu.
"Pengemudi arogan yang menggunakan pelat dinas Mabes TNI ternyata pelat dinas palsu," kata Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/4).
Baca juga:
Identitas 12 Korban Kecelakaan Maut Tol Cikampek saat Arus Mudik Lebaran
Nugraha menegaskan pengemudi Fortuner tersebut warga sipil. Terduga pelaku tidak ada hubungan dengan pensiunan TNI pemilik pelat dinas tersebut.
"Tidak benar (pernyataan pengemudi Fortuner)," tuturnya.
Nugraha mengatakan pelat dinas TNI dengan nomor registrasi 84337-00 itu merupakan milik seorang purnawirawan. Pemilik pelat dinas kini sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus yang ada.
"Puspom TNI melakukan pengecekan di sistem database Regident Korlantas Mabes Polri, mobil tersebut terdaftar dengan nama pemilik Asep Adang yang kemudian diketahui sebagai seorang Purnawirawan Pati," ujarnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya sedang mendalami laporan itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut, laporan tersebut sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Baca juga:
Banyak Mobil Mogok di Bahu Jalan Picu Kemacetan Arus Balik di Tol Cikampek
Sekadar informasi, kejadian tersebut terjadi di KM 57 sebelum Rest Area Tol Cikampek, Jumat (12/4) lalu. Di dalam video tersebut terlihat mobil Toyota Fortuner berpelat dinas TNI bersikap arogan dengan berkendara secara ugal-ugalan. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya
TNI Pastikan Pembubaran Massa Bawa Bendera GAM di Lhokseumawe Sesuai Aturan