PEMBANGUNAN karakter bangsa sangat penting untuk dilakukan. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui arsitektur bangunan pada suatu negara.
Chief Editor Archinesia-Architecture Magazine Imelda Akmal memaparkan bahwa arsitektur memiliki pengaruh dalam pembangunan. Keterkaitan kedua hal itu memiliki potensi besar membuat karakter bangsa menjadi kuat.
"Arsitektur digunakan bukan hanya untuk tempat tinggal. Namun, secara politis, secara ekonomi, dan secara ekspresi dari negara tersebut," ujarnya kepada merahputih.com seusai menjadi pembicara dalam diskusi Arsitektur Membangun Bangsa di Kerta Niaga, Kota Tua, Jakarta (8/10).
Menurut Imelda, karakter suatu bangsa dapat dilihat melalui segi arsitektur. Hal itu dapat menunjukkan ekspresi yang ingin dikeluarkan suatu negara. Akan tetapi, Indonesia menurutnya belum mengedepankan hal itu.
"Indonesia bisa dibilang tidak menggunakan itu. Secara signifikan hanya pada zaman Soekarno. Tidak ada usaha signifikan yang memang diprogram supaya arsitektur menjadi karakter bangsa," tambah Imelda.
Ia menambahkan, nengara di Timur Tengah sudah menggunakan arsitektur sebagai alat untuk membangun katakter bansa. Sebut saja Dubai, yang perubahannya memang luar biasa dewasa ini ketimbang masa dulu.
"Dubai ingin merubah citra dari manusia padang pasir yang tinggal di tenda. Dubai sekarang ingin berubah menjadi manusia modern, bahkan termodern," sambungnya.
Pada kesempatan itu, Imelda juga memberikan cara agar bisa membangun karakter bangsa melalui arsitektur, yaitu dengan membuat bangunan yang sesuai dengan kebutuhan secara konteks.
"Harusnya bangunan itu menunjukkan fungsi yang 'jujur'. Seperti rumah jujurnya seperti rumah jangan seperti kantor atau istana bentuknya," ia menegaskan. (Ikh)
Baca juga artikel Nenek Moyang Manusia Indonesia Sama-Sama Berasal dari Afrika