Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur

Ilustrasu pekerja.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan jumlah pengangguran di Indonesia sepanjang 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 tercatat 4,74 persen dari total angkatan kerja 155,27 juta orang.

Atau sebanyak 7,35 juta orang masih berstatus menganggur.

“Jumlah pengangguran secara absolut turun 0,109 juta orang pada periode Agustus-November 2025,” ujar Amalia dalam jumpa pers rilis BPS diJakarta, Kamis (5/2).

Data menunjukkan, bahwa dalam hampir setiap periode pencatatan, persentase pengangguran laki-laki berada di atas perempuan, meski selisihnya cenderung semakin menyempit dari waktu ke waktu.

Baca juga:

Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak

Pada Februari 2024, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,96 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang berada di angka 4,60 persen.

Kondisi ini berlanjut pada Agustus 2024, ketika pengangguran laki-laki berada di 4,90 persen, sementara perempuan 4,92 persen, menunjukkan perbedaan yang tipis.

Memasuki Februari 2025, kesenjangan kembali terlihat lebih jelas. Tingkat pengangguran laki-laki naik ke 4,98 persen, sedangkan perempuan justru turun ke 4,41 persen.

Hal ini menegaskan bahwa tekanan di pasar kerja masih lebih besar dirasakan oleh tenaga kerja laki-laki dibanding perempuan pada saat itu.

Baca juga:

Angka Pengangguran Tinggi, DPRD DKI Kritik Kurikulum dan Kualitas Guru di Jakarta

Pada Agustus 2025, angka pengangguran kedua kelompok hampir seimbang, dengan laki-laki di 4,85 persen dan perempuan 4,84 persen.

Sampai November 2025, tren penurunan terjadi pada keduanya, dengan TPT laki-laki sebesar 4,75 persen dan perempuan 4,71 persen.

Meski selisihnya sangat tipis, laki-laki tetap mencatatkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi.

Amalia menjelaskan, penurunan pengangguran terutama ditopang oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

“Penyerapan tenaga kerja dari ketiga sektor tersebut mencapai 60,52 persen dari total tenaga kerja nasional,” tegasnya.

Baca juga:

Pemprov DKI Serius Tangani Pengangguran, Fokus pada Difabel dan UMKM

Pada periode Agustus-November 2025, jumlah penduduk bekerja meningkat 1,371 juta orang. Rinciannya, pekerja penuh mencapai 100,497 juta orang, naik 1,850 juta orang.

Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat 35,585 juta orang, turun 0,438 juta orang, dan setengah pengangguran berjumlah 11,558 juta orang, turun 0,042 juta orang.

Menurut Amalia, peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum sebanyak 0,381 juta orang, disusul industri pengolahan 0,196 juta orang, serta sektor perdagangan 0,168 juta orang.

BPS juga mencatat perubahan struktur ketenagakerjaan pada November 2025. Proporsi pekerja penuh mencapai 67,94 persen pekerja paruh waktu 24,24 persen, dan setengah pengangguran 7,81 persen.

“Proporsi pekerja penuh pada November 2025 lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 67,32 persen,” pungkas Amalia. (knu)

#Tingkat Pengangguran #Badan Pusat Statistik (BPS) #Lowongan Kerja #Pengangguran
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur
BPS mengungkapkan jumlah pengangguran di Indonesia sepanjang 2025. Ada sebanyak 7,35 juta orang yang menganggur.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur
Indonesia
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV 2025 dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Indonesia
BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74 persen, turun 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah
Indonesia
147,9 Juta Orang Indonesia Telah Bekerja, 38,81 Persen Berstatus Sebagai Buruh
Jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
147,9 Juta Orang Indonesia Telah Bekerja, 38,81 Persen Berstatus Sebagai Buruh
Indonesia
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Meskipun sektor jasa modern berkembang, pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Indonesia
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
 BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Indonesia
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Indonesia
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan, bahwa MBG lebih mendesak dari lapangan kerja. Hal itu pun memicu kontroversi.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Indonesia
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
BPS mencatat angka pernikahan di Indonesia terus menurun dan terendah dalam satu dekade. PKS soroti faktor ekonomi dan perubahan sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Indonesia
Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak
Saat ini terjadi mismatch antara keterampilan yang dibutuhkan industri dengan kompetensi yang diajarkan lembaga pendidikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak
Bagikan