Pemprov DKI Jamin Pangan Bersubsidi Tetap Tersedia, Anggaran Siap Ditambah
Antusias Warga Menteng Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Gratis
MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada pemotongan anggaran Program Pangan Bersubsidi. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan sejak 2017 tersebut.
Program Pangan Bersubsidi menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Pemprov DKI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setiap tahunnya, sekitar satu juta warga Jakarta menerima manfaat dari program ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan bahwa hingga saat ini lebih dari 16 juta komoditas pangan bersubsidi telah disalurkan. Komoditas yang diberikan meliputi beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, ikan kembung, hingga susu UHT.
Seluruh komoditas tersebut dapat diakses melalui gerai-gerai dan titik penjualan resmi yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena sampai akhir tahun ini seluruh komoditas pangan bersubsidi tetap tersedia di gerai maupun tempat penjualan lainnya. Distribusi tetap berjalan lancar sesuai jadwal," ujar Hasudungan, Jumat (14/11).
Baca juga:
Subsidi Pangan Dipangkas Rp 300 Miliar, Lukmanul Hakim Kritik Pemprov DKI
Hingga Oktober 2025, program pangan bersubsidi telah menjangkau 1.024.189 penerima manfaat dari berbagai kelompok, termasuk pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), kader PKK, pemegang Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), penghuni rumah susun, guru honorer, tenaga kependidikan, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Pemprov DKI juga memastikan tidak ada pemotongan anggaran untuk program ini pada tahun 2026. Anggaran yang tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bahkan masih dapat ditambah (top up) apabila dibutuhkan.
Mekanisme penambahan dapat dilakukan melalui pergeseran anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui Anggaran Perubahan tahun 2026.
Baca juga:
PSI Jakarta Tolak Pemotongan Subsidi Pangan, Warga Juga Disebut Sulit Akses
Komitmen tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
"Kami akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Program ini akan tetap berlanjut tanpa pengurangan anggaran sebagai bentuk komitmen kami menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan warga Jakarta," pungkas Hasudungan. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Keputusan UMP DKI 2026 Hampir Final! Siap-siap Kenaikan Gaji Minimum Berbasis KHL, Untung Mana Buruh atau Pengusaha?
Meski Hadapi Rob, Jakarta Tetap Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Sumatera
Fenomena Supermoon Dituding Penyebab Banjir Rob Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Gubernur DKI Jakarta: Pembahasan UMP 2026 Segera Rampung, Tinggal Finalisasi
Antrean Horor Bantar Gebang Renggut Nyawa Sopir Truk, Nasib Beasiswa Anak Almarhum Jadi Prioritas Pemprov DKI
Pemprov DKI Luncurkan JakSimpus, Perkuat Layanan Kesehatan dan Dukungan Jakarta Siaga Stroke 2026
Hadapi Banjir Rob, Pemprov DKI Kebut Tanggul Raksasa di Pesisir Jakarta
Setop Bilang Kebaya Cuma Buat Emak-Emak! Pemprov DKI Gencarkan Jurus Agar Anak Muda Naksir Warisan UNESCO
Pramono Ambil Alih Tanggul Bocor Muara Baru Agar Jakarta Tak 'Tenggelam' Walau Bukan Tugas Pemprov DKI
Pramono Bongkar Jam Krusial Banjir Rob Ganas yang Bakal Melanda Jakarta Besok